Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) gelar Konsolidasi Nasional (Konsolnas) 2026. Acara ini berlangsung selama tiga hari pada 9-11 Februari 2026 dan dibuka secara langsung oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Mendikdasmen mengungkapkan bila serapan anggaran kementeriannya di 2025 mencapai 98,66 persen. Hal ini memperlihatkan bila berbagai program prioritas di Kemendikdasmen berjalan dengan sangat baik.
"Serapan anggaran di Kementerian Dikdasmen tahun 2025 sebesar 98,66 persen," tuturnya dalam acara Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026, di Gedung PPSDM Kemendikdasmen, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (9/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Mu'ti menegaskan akan berkomitmen dalam melanjutkan program-program yang sudah ada. Untuk itu, tema Konsolnas Kemendikasmen 2026 adalah "Menguatkan Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua".
"Yang sudah kami lakukan akan terus kami tingkatkan, sehingga pada tahun 2025 sudah kita capai banyak hal yang Alhamdulillah sudah mulai terlihat hasilnya dan dampaknya di masyarakat," imbuhnya.
Rangkaian Kegiatan Konsolnas Kemendikdasmen 2026
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen, Suharti menyebut Konsolnas 2026 diikuti sekitar 900 orang. Pesertanya hadir seluruh kepala Dinas Pendidikan di Indonesia serta berbagai mitra Kemendikdasmen.
Konsolnas Kemendikdasmen 2026 digelar selama tiga hari, pada 9-11 Februari. Di hari pertama, akan dibahas tentang perencanaan, pembiayaan pendidikan melalui APBN dan APBD, hingga tata kelola guru dan tenaga pendidikan, termasuk untuk guru agama.
Pada hari kedua, akan dipaparkan soal kebijakan dan program Direktif Presiden, lalu dilanjutkan dengan sidang komisi yang dibagi dalam 9 bidang. Bidang ini terkait program prioritas Kemendikdasmen, dari Wajib Belajar 13 Tahun hingga Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam Koding dan Kecerdasan Artifisial.
"Kemudian pada hari terakhir, peserta akan menyimak dan belajar mengenai berbagai praktik baik pelaksanaan program pendidikan oleh berbagai daerah di Indonesia, seperti praktik baik sistem penerimaan murid baru, praktik baik tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, dan praktik baik pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang menjadi salah satu strategi menghadirkan pelayanan pendidikan di wilayah tertinggal," beber Suharti.
Di hari terakhir, Konsolnas Kemendikdasmen 2026 akan ditutup dengan arahan oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Selain acara inti, Kemendikdasmen juga membuka pameran pendidikan.
Suharti berharap hasil konsolidasi ini dapat menjadi upaya untuk penguatan kebijakan dan praktik pendidikan, serta kerja sama pusat dan daerah bisa terjalin semakin kuat.
