Menteri Pendidikan di Negara Ini Larang Anak Sekolah Pakai HP, Termasuk Guru

ADVERTISEMENT

Menteri Pendidikan di Negara Ini Larang Anak Sekolah Pakai HP, Termasuk Guru

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Kamis, 05 Feb 2026 10:00 WIB
Menteri Pendidikan di Negara Ini Larang Anak Sekolah Pakai HP, Termasuk Guru
Foto: istockphoto/FreshSplash/ilustrasi anak pakai hp
Jakarta -

Sekolah-sekolah di Inggris diminta untuk menerapkan kebijakan bebas handphone (HP) sepanjang hari. Kebijakan itu menekankan bahwa siswa tidak boleh menggunakan HP, termasuk sebagai kalkulator atau untuk mencari informasi.

Mengutip laporan The Guardian, dikutip Rabu (4/2/2026), pengumuman ini disampaikan Menteri Pendidikan Bridget Phillipson melalui surat kepada kepala sekolah untuk menegaskan panduan terbaru yang diterbitkan pemerintah pada Senin (19/1/2026) lalu.

"Sekolah harus memastikan kebijakan tersebut diterapkan secara konsisten di seluruh kelas, dan setiap saat, dan kami ingin orang tua juga mendukung kebijakan ini," kata Phillipson.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guru Disarankan Tidak Menggunakan HP di Depan Siswa

Menteri Phillipson, menekankan guru harus terlibat terhadap kebijakan baru. Salah satunya, dengan tidak menggunakan HP di depan siswa untuk memberi contoh yang sama.

Menurut panduan pendidikan yang diedarkan Menteri Pendidikan di Inggris, siswa tidak boleh mengakses perangkat mereka selama pelajaran, waktu istirahat, makan siang, atau antar pelajaran.

ADVERTISEMENT

Phillipson juga menjelaskan adanya Office for Standards in Education, Children's Services and Skills (Ofsted), yakni sebuah badan pengawas sekolah di Inggris. Badan ini akan memeriksa bagaimana sekolah menerapkan kebijakan tersebut.

Sementara itu, Department for Science, Innovation and Technology (DSIT) menyatakan akan segera mengambil tindakan terkait penggunaan media sosial oleh anak-anak. Data DSIT menunjukkan bahwa hampir semua sekolah dasar, sekitar 99,9 persen. Sebagian besar sekolah menengah, sekitar 90 persen, telah memiliki kebijakan terkait HP.

Namun, 58 persen siswa sekolah menengah melaporkan bahwa HP digunakan tanpa izin di beberapa pelajaran. Angka ini naik menjadi 65 persen pada siswa berusia 14-16 tahun, yang dalam sistem pendidikan Inggris dikenal sebagai Key Stage 4.

Namun Sekretaris Jenderal National Association of Head Teachers, Paul Whiteman mengatakan kepada BBC bahwa pimpinan sekolah membutuhkan dukungan pemerintah, bukan ancaman inspeksi yang keras.

Rencana Larangan Media Sosial bagi Anak

Langkah ini muncul ketika para menteri di Inggris sedang berkonsultasi mengenai kemungkinan melarang media sosial bagi anak-anak di bawah 16 tahun, mengikuti model kebijakan yang diterapkan di Australia. Dalam konsultasi ini, para menteri mempertimbangkan beberapa opsi.

Salah satu opsi tersebut termasuk menaikkan usia digital consent dan membatasi fitur aplikasi di HP yang bisa membuat siswa kecanduan. Contohnya adalah streaks, yang menghitung hari berturut-turut penggunaan aplikasi, serta infinite scrolling, di mana konten terus muncul tanpa henti.

Menurut DSIT, para menteri akan mengunjungi Australia, di mana larangan tersebut mulai berlaku pada Desember. Pemerintah akan meminta pandangan orang tua dan remaja, dan akan memberikan tanggapan pada musim panas (summer).

Selain Australia dan Inggris, negara-negara lain juga telah merancang larangan penggunaan HP di sekolah, di antaranya Prancis, Belanda, hingga Finlandia.

Menurut detikers, apakah aturan tersebut perlu diterapkan di Indonesia juga?

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(crt/faz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads