Wamendikdasmen Fajar Soroti Dampak AI buat Guru

Wamendikdasmen Fajar Soroti Dampak AI buat Guru

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 02 Feb 2026 19:30 WIB
Wamendikdasmen Fajar Soroti Dampak AI buat Guru
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menyoroti sejumlah peran dan tantangan bagi guru di tengah pesatnya penggunaan AI, termasuk di dunia pendidikan. Foto: Dok Kemendikdasmen
Jakarta -

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyoroti dampak kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) pada guru. Ia menilai, guru tengah diuji dalam menjaga martabat profesi sambil memperkuat kompetensi anak Indonesia.

Kendati demikian, Fajar mengatakan perkembangan AI tidak boleh dipandang sebagai ancaman. Menurutnya, perlu dilihat sebagai peluang dalam memperkuat kualitas pembelajaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana Guru Memanfaatkan AI?

Data The 2025 AI Index Report dalam laman Human-Centered AI (HAI) Stanford University menunjukkan, lebih dari 78 persen organisasi dunia sudah menggunakan AI pada 2024 kendati juga waspada akan risikonya.

Sementara itu, laporan McKinsey Global Institute berjudul Agents, Robots, and Us: Skill Partnerships in the Age of AI menunjukkan otomasi diproyeksikan memangkas hingga 57 persen jam kerja di AS.

ADVERTISEMENT

Berkaca pada laporan tersebut, perubahan ini dipandang juga berdampak langsung pada dunia pendidikan. Dalam hal ini, guru dituntut agar siap membekali murid dengan kompetensi masa depan, termasuk dengan memanfaatkan AI sebagai asisten proses pembelajaran.

AI menurutnya bisa membantu personalisasi belajar, analitik pembelajaran, serta efisiensi kerja guru. Ia menambahkan, Papan Interaktif Digital (PID) juga dapat digunakan untuk memberikan pengalaman belajar murid yang bermakna dan menggembirakan.

Di samping itu, AI menurut Fajar juga dapat mempertegas peran pendidik dalam membentuk karakter SDM RI masa depan. Dalam hal ini, guru tetap yang berperan utama dalam mendukung tumbuhnya nilai keteladanan, empati, kebijaksanaan, dan pembentukan karakter siswa.

"Pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi proses pemanusiaan manusia. Di sinilah peran guru menjadi penentu arah dan makna pemanfaatan teknologi," tutur Wamen Fajar ujarnya dalam acara Yudisium Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Surakarta, Sabtu (31/1), dikutip dari keterangan resminya.

Butuh Literasi Digital dan Kapasitas Pedagogik Guru

Fajar juga menyoroti peran AI dalam membuka peluang peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan memanfaatkan AI, pembelajaran bisa berlangsung lebih inklusif, lebih sesuai dengan kebutuhan tiap murid, dan lebih sesuai konteks dan relevan dengan tantangan di dunia nyata.

Namun, pelung tersebut menurutnya tetap butuh peran guru. Dalam hal ini, guru dituntut untuk memiliki literasi digital yang kritis dan kapasitas pedagogik yang kuat. Diketahui, hingga tahun akademik 2025/2026, puluhan ribu guru sudah menjalani pelatihan terkait mapel pilihan koding dan AI untuk memperkuat literasi digital dan kemampuan berpikir komputasional.




(twu/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads