Pendaftaran murid baru di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta sudah penuh hingga tahun ajaran 2032 mendatang. Orang tua rela mendaftarkan anaknya sejak bayi agar bisa mendaftar ke sekolah tersebut.
Fenomena antrean pendaftaran sekolah ini menuai respons dari pakar pendidikan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Agus Sartono, MBA. Menurutnya, ada banyak alasan mengapa orang tua rela sampai mengantre hingga 2032/2033.
"Satu, reputasi sekolah yg baik, terutama penanaman akhlak-karakter. Kedua, fasilitas sekolah yg lengkap. Tiga, kesadaran ortu untuk membekali anak-anak akan ilmu pengetahuan dan agama yg kuat," katanya kepada detikEdu, Rabu (28/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua itu saya yakin buah dari tangan dingin para guru sekolah," imbuhnya.
Bisa Jadi Referensi bagi Sekolah Lain
Prof Agus menilai, fenomena yang terjadi di SD Muh Sapen bisa menjadi contoh untuk sekolah lain. Terutama bagaimana nilai kedisiplinan dan cara pengajaran yang supportif dengan tumbuh kembang anak menjadi faktor utama di sekolah.
"Sebenarnya justru ini menjadi referensi bagi sekolah lain. Bagaimana kedisiplinan diterapkan di sekolah. Selain itu (juga penting) support orang tua & komite sekolah terhadap proses belajar mengajar," ujarnya.
"Kini hampir di tiap kabupaten punya sekolah yang bagus. Jadi tantangan bupati/walikota dan gubernur untuk mereplikasi dan menciptakan sekolah unggul," lanjut Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM tersebut.
Keberadaan sekolah unggulan yang sangat diminati orang tua, kata Prof Agus, perlu dilihat oleh pemerintah. Terlebih Pemerintah RI sudah berkomitmen untuk melaksanakan wajib belajar 12 tahun serta penyelenggaraan pendidikan gratis.
Sesuai UU Pemerintah Daerah, kewenangan pendidikan dasar (SD/SMP) ada di pemerintah kabupaten/kota. Pendidikan SMA/SMK di pemerintah provinsi, sedangkan pendidikan keagamaan di bawah Kemenag.
"Sesuai kewenangannya perlu diidentifikasi apa yg menjadi modal utama keunggulan. Lalu coba di replikasi ke tempat lain. Memang keunggulan itu bukan hasil sesaat. Saya percaya bahwa itu buah kepemimpinan dan ketekunan para guru, support orang tua dan sudah pasti Kebijakan PP Muhammadiyah," ujarnya.
Ia berpendapat, sekolah swasta unggulan tak lepas dari kontribusi Muhammadiyah terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
"Kita lihat memang bidang kesehatan dan pendidikan maju pesat, menjadi prioritas utama Muhammadiyah. Negara tentu berterima kasih atas kontribusi besar Muhammadiyah terhadap pembangunan SDM," tutur Prof Agus.
Mengutip laman resminya, sepanjang 2025, siswa-siswi SD Muh Sapen menorehkan berbagai prestasi. Mulai dari meraih 5 medali di International Young Inventors Award IID-INNOPA 2025, 23 medali OMNAS 14 Tingkat Nasional, hingga medai emas dalam kompetisi bergengsi Asia All Stars Festival International Dance and Music Competition 2025 di Korea Selatan.
Penuh sampai 2032, 2033 Sudah Ada yang Daftar
Bagian Administrasi SD Muh Sapen, Nofita Saraswati, S Pd, mengatakan, untuk tahun ajaran 2027 sampai 2032, antrean pendaftaran sudah penuh. Bahkan untuk tahun ajaran 2033, sudah mulai ada yang mendaftar antrean.
"Jadi untuk (tahun ajaran) 2027 sampai 2032 itu sudah penuh, kemarin siang (Selasa, 27 Januari 2026). Ini sudah penuh indennya," ucapnya saat ditemui di Ruangan Administrasi SD Muh Sapen, Rabu (28/1/2025).
"2033, sudah ada, 3 anak. (Meski) baru ditutup kemarin siang (Selasa, 27/1) untuk yang (tahun ajaran) 2032," katanya.
Nofita menuturkan, biasanya orang tua melihat SD Muh Sapen kemungkinan dari nilai-nilai akademik yang dicapai siswa atau lulusannya. Kemudian program sekolah, kurikulum, dan pendidikan karakter serta agama yang diajarkan secara disiplin.
"Biasanya orang tua itu akan menanyakan terkait kurikulum, satu. Kemudian metode pembelajarannya bagaimana. Kemudian adalah biaya dan kegiatan ekstra atau les. Itu nanti akan dibandingkan dengan sekolah lain (oleh orang tua)," ungkapnya.
Terlebih ada sistem seleksi kelas yang memberi kesempatan ke semua siswa melalui seleksi untuk masuk ke kelas CIMIPA (Cerdas Istimewa Matematika dan IPA). Kelas CIMIPA ditujukan untuk mewadahi siswa berbakat bidang sains dan bahasa Inggris dengan buku Cambridge.
Selain itu, SD Muh Sapen tidak memiliki seleksi tes masuknya. Berbeda dengan beberapa sekolah lain yang sebelum masuk akan melalui tes terlebuh dulu. Jika lolos diterima, kemudian lanjut proses pendaftaran.
"Kalau kita (di SD Muh Sapen) tidak, kita prosesnya dulu. Kemudian kita akan mempersiapkan anak yang sudah lolos untuk disiapkan mendapatkan hasil akhir (pembelajaran) nanti yang terbaik. Jadi semua guru, kepala sekolah, sudah ada persiapan mendampingi & membimbing siswa itu sampai hasil akhir yang terbaik. Beberapa orang tua merasakan hal itu," tutur Nofita.










































