Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) menuai kritik karena dinilai memicu kembali maraknya lembaga kursus bimbingan belajar dan les tambahan yang diberikan guru. Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyebut kritik tersebut sebagai sesuatu yang sudah dapat diprediksi sejak awal.
Mu'ti mengungkapkan, muncul kekhawatiran pelaksanaan TKA akan mendorong menjamurnya bimbel, termasuk praktik guru yang membuka les bagi muridnya sendiri. Bahkan, ia mengakui sudah menerima suara-suara kritik yang menilai guru berpotensi lebih mengutamakan les privat ketimbang pembelajaran di sekolah.
"Sudah bisa kita tebak, nanti kritiknya soal kursus yang mulai menjamur. Bahkan ada suara guru buka kursus untuk muridnya, ngajarnya sebentar, kursusnya yang lama. Suara-suara seperti itu sudah sampai ke saya," ujar Mu'ti Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Persiapan Pelaksanaan TKA Jenjang SD/MI/sederajat dan Jenjang SMP/MTS/sederajat Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Mu'ti menilai fenomena tersebut tidak sepenuhnya negatif. Menurutnya, pilihan mengikuti bimbel atau les privat tetap lebih baik dibandingkan siswa tidak belajar sama sekali.
"Tapi menurut saya, lebih baik dia ikut kursus daripada tidak belajar. Kan pilihannya itu," tegasnya.
Ia juga menekankan keikutsertaan dalam TKA bukanlah kewajiban. Siswa yang merasa belum siap, kata Mu'ti, memiliki pilihan untuk tidak mengikuti tes tersebut.
"Karena itu, yang tidak siap ikut TKA ya enggak usah ikut. Kecuali kalau diwajibkan, itu lain soal," jelasnya.
Lebih jauh, Mu'ti menyoroti pentingnya aspek kesiapan mental siswa dalam menghadapi asesmen akademik. Ia merujuk pada teori psikologi yang menempatkan mental readiness sebagai faktor krusial dalam proses belajar dan evaluasi.
"Kesiapan mental itu penting. Paling tidak kesiapan itu sudah dibangun sejak siswa menyiapkan berbagai strategi untuk mengerjakan soal," ujarnya.
Jadwal Sesi TKA SD dan SMP 2026
Pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026 akan dimulai pada bulan April mendatang. Kemendikdasmen telah meluncurkan panduan TKA, termasuk jadwal sesi TKA SD dan SMP 2026.
Nantinya, satuan pendidikan formal akan mengadakan empat gelombang ujian TKA. Di setiap gelombang akan terdapat empat sesi ujian, sehingga jumlah keseluruhan sesinya adalah 16 sesi ujian. Satuan pendidikan nonformal melaksanakan 1 gelombang ujian yang terdiri dari 4 sesi.
Adapun pengawasan akan diawasi oleh pengawas silang dari satuan pendidikan lain dan diawasi oleh Kemendikdasmen melalui konferensi Zoom.
Lebih lengkapnya, jadwal sesi TKA SD-SMP 2026 adalah sebagai berikut:
Hari Pertama
- Latihan: 10 menit
- Matematika dan numerasi: 30 soal dikerjakan dalam waktu 75 menit
- Survei karakter: 20 menit
Hari Kedua
- Latihan: 10 menit
- Bahasa Indonesia dan literasi: 30 soal dikerjakan dalam waktu 75 menit
- Survei sulingjar: 20 menit
Jadwal Pelaksanaan TKA SD dan SMP Per Sesi
Sesi I
- WIB : 07.00 - 08.45
- WITA: 08.00 - 09.45
- WIT: 09.00 - 10.45
Sesi II
- WIB : 09.15 - 11.00
- WITA: 10.15 - 12.00
- WIT: 11.15 - 13.00
Sesi III
- WIB : 11.30 - 13.15
- WITA: 12.30 - 14.15
- WIT: 13.30 - 15.15
Sesi IV
- WIB : 13.45 - 15.30
- WITA: 14.45 - 16.30
- WIT: Tidak dibuka
Mata Ujian TKA SD dan SMP 2026
Materi TKA SD dan SMP hanya terdiri atas dua mata ujian tanpa mata pelajaran pilihan, yaitu:
- Matematika
- Bahasa Indonesia
Jadwal TKA SD dan SMP 2026
- Pendaftaran: 19 Januari - 28 Februari 2026
- Simulasi TKA SMP: 23 Februari - 1 Maret 2026
- Simulasi TKA SD: 2 - 8 Maret 2026
- Gladi bersih TKA SD dan SMP: 9-17 Maret 2026
- Pelaksanaan TKA SMP: 6-16 April 2026
- Pelaksanaan TKA SD: 20-30 April 2026
- Pelaksanaan TKA susulan SD dan SMP: 11-17 Mei 2026
- Pengolahan hasil TKA SD dan SMP: 18-23 Mei 2026
- Pengumuman hasil TKA SD dan SMP: 24 Mei 2026.










































