Saat Mendikdasmen Buka Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang

Saat Mendikdasmen Buka Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang

Nikita Rosa - detikEdu
Senin, 05 Jan 2026 11:02 WIB
Saat Mendikdasmen Buka Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, saat Menjadi Instruktru Upaacara di SMAN 4 Kejuruan Muda Aceh Tamiang. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Kemendikdasmen)
Jakarta -

Senin, 5 Januari 2026 pagi merupakan hari pertama masuk sekolah bagi banyak siswa di Indonesia. Momen ini tak terkecuali bagi satuan pendidikan terdampak banjir di wilayah Aceh Tamiang.

SMAN 4 Kejuruan Muda merupakan salah satu sekolah yangterdampak banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025. Kendati demikian, para guru dan siswa memulai tahun ajaran baru dengan upacara bendera hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlihat siswa dari jenjang SMP maupun SMA berkumpul di lapangan upacara. Namun ada yang berbeda dari upacara kali ini. Bukannya guru, instruktur upacara kali ini adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.

Di bawah langit yang cerah, Mu'ti mengaku terharu melihat semangat para siswa. Menurutnya, musibah tersebut di satu sisi membuat para peserta upacara menjadi manusia yang kuat.

ADVERTISEMENT

"Saya menyadari dan merasa sengat terharu karena ini adalah upacara hari pertama di mana kita semua masih dalam suasana yang belum sepenuhnya pulih dari musibah yang kita alami," ungkap Abdul Mu'ti dalam upacara Hari Pertama Sekolah di Semester Genap Bersama Kemendikdasmen, disiarkan dalam kanal YouTube Kemendikdasmen, Senin (5/1/2026).

"Musibah bukanlah hukuman, musibah adalah pelajaran yang menempa kita menjadi manusia-manusia yang kuat, menjadi manusia-manusia yang tabah, manusia yang tahan ujian dan manusia yang kreatif untuk mampu mengatasi berbagai masalah dengan penuh percaya diri,"imbuhnya.

Mu'ti mengatakan jika musibah ini menghilangkan pakaian hingga orang tersayang. Kendati demikian, Mendikdasmen menegaskan agar siswa tidak boleh kehilangan cita-cita.

"Kita tidak boleh kehilangan cita-cita, kita tidak boleh kehilangan mimpi kita, kita tidak boleh menjadi orang yang putus asa," tegasnya.

Mu'ti juga menyampaikan terimakadih kepada Pemerintah Aceh, seluruh jajaran pemerintah di AcehTamiang, guru, dan siswa, yang telah berusaha semaksimal mungkin agar kegiatan belajar mengajar tetap terlaksana.

"Karena itu di tengah keterbatasan yang ada, tetaplah belajar," ungkapnya.

Sebagai penutup, Mu'ti mengatakan sekolah yang terdampak bencana akan diproritaskan sebagai penerima dana revitalisasi tahun anggaran 2026.

"Mudah-mudahan dengan itu semua kalian akan memiliki ruang belajar yang lebih baik, ruang belajar yang baru, dalam rangka menyongsong masa depan," pungkasnya.




(nir/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads