Kemendikdasmen Beri Santunan Rp 2,5 - 5 Juta ke Korban Tabrak Mobil MBG

ADVERTISEMENT

Kemendikdasmen Beri Santunan Rp 2,5 - 5 Juta ke Korban Tabrak Mobil MBG

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 12 Des 2025 08:57 WIB
Sejumlah anggota polisi dari Satuan Inafis Polres Metro Jakarta Utara melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait insiden mobil berpelat nomor MBG yang menabrak puluhan siswa di depan SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025). Petugas terlihat melakukan pengukuran, mendokumentasikan jejak ban, serta meneliti posisi kendaraan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Olah TKP mobil MBG tabrak siswa SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakur. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Peristiwa nahas terjadi di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta utara pada Kamis pagi (11/12/2025) pukul 07.39 WIB. Mobil pengangkut menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menerobos pagar SD tersebut dan menabrak sejumlah siswa serta guru.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berikan santunan sebesar Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta. Kemendikdasmen telah menjenguk korban di RSUD Cilincing dan RS Koja untuk memastikan penanganan medis berlangsung optimal.

Adapun korban luka serius 5 orang memperoleh Rp 5 juta masing-masing. Sementara, 17 korban luka ringan memperoleh Rp 2,5 juta masing-masing. Kemendikdasmen juga menyampaikan penguatan terhadap para korban dan keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, pihak sekolah, dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi korban dan memastikan langkah-langkah lanjutan dilakukan secara cepat dan terarah," ujar Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto PhD melalui keterangannya, ditulis Jumat (12/12/2025).

ADVERTISEMENT

Gogot menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, sekolah, dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi korban serta memastikan langkah-langkah lanjutan dilakukan dengan cepat dan terarah.

Kemendikdasmen juga meminta agar semua pihak menghargai privasi korban maupun keluarga dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

"Atas nama Kemendikdasmen, kami mengimbau seluruh pihak menghormati privasi korban dan keluarga, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kami turut mendoakan agar seluruh korban segera pulih," tegas Gogot.

Ia menyebut Kemendikdasmen akan terus berkomitmen mendamping dan memberi dukungan penuh kepada siswa, guru, serta pihak sekolah yang terdampak persistiwa ini.



(nah/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads