Pendaftaran SMK PK Skema Pemadanan Dukungan 2023 Dibuka!

Pendaftaran SMK PK Skema Pemadanan Dukungan 2023 Dibuka!

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 08 Des 2022 18:30 WIB
Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) dipersiapkan untuk menjawab tantangan pemulihan ekonomi imbas dari COVID- 19.
Ilustrasi SMK PK. Pendaftaran program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan 2023 dibuka hingga bulan Januari, ayo daftar! Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuka pendaftaran SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan (SMK PK SPD) 2023 hingga Januari 2023. Pendaftaran dibuka di laman http://smk.kemdikbud.go.id/smkpk. detik.com/tag/smk-pk

Program SMK PK SPD adalah mekanisme pengembangan SMK Pusat Keunggulan yang berbasis kemitraan dan penyelarasan dengan partisipasi dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Pendanaannya didukung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan investasi DUDI.

Dalam skema ini, dukungan pendanaan Kemendikbudristek akan dipadankan dengan investasi dari DUDI sebesar 1:1. Plafon pendanaan maksimal yang diberikan pemerintah adalah Rp 3 miliar.

"Kemendikbudristek menargetkan tahun depan setidaknya terdapat 250 SMK eligible untuk mengikuti pemadanan pada tahun 2023 nanti," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Sesditjen Diksi) Saryadi dalam keterangannya, dikutip Kamis (8/12/2022).

SMK PK SPD 2022

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kiki Yuliati mengatakan, 373 SMK telah menjadi penerima manfaat program SMK PK SPD 2022.

"Manfaatnya banyak, mulai dari sisi kurikulum yang semakin selaras dengan industri, teaching factory yang sudah berorientasi produk, guru yang semakin banyak tersertifikasi, dan sebagainya," kata Kiki.

Ia merinci, 373 SMK PK SPD 2022 meraih dukungan 349 industri dari total 824 industri dan konsorsium pengusul kerja sama SPD.

Adapun total komitmen investasi dari 349 industri terkurasi yakni sebesar Rp 439,25 miliar.

" Investasi tersebut ditujukan bagi 373 SMK atau rata-rata sekitar Rp 1,18 miliar per sekolah," kata Kiki.

Komitmen industri tersebut berupa penguatan sarana dan prasarana pembelajaran sebesar Rp 173 miliar, praktik kerja lapangan Rp 59 miliar, dan pelatihan dan sertifikasi guru Rp 53 miliar.

Lebih lanjut, komitmen industri tersebut juga berbentuk pengembangan teaching factory sebesar Rp 52 miliar, praktisi mengajar (guru tamu) sebesar Rp 30,3 miliar, penyelarasan kurikulum Rp16 miliar, dan bentuk lainnya Rp56,23 miliar.

Kepala SMK Jaya Buana, Aan Angsori, mengatakan bahwa program SMK PK SPD memungkinkan kegiatan kunjungan atau pendampingan industri lebih intensif hingga seminggu sekali. Pendampingan ini baginya berdampak bagi kompetensi para siswa.

"Dengan adanya program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan dengan industri dan penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah, kami kini memiliki sistem bernama Super Power Blok, di mana dalam satu minggu terdapat materi pelajaran yang didampingi langsung oleh industri," kata Aan.

Pelibatan Industri Kecil dan UMKM di SMK PK SPD 2023

Direktur SMK Wardani Sugiyanto mengatakan, pemerintah juga mengajak industri-industri kecil di daerah, termasuk UMKM, untuk terlibat di program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan 2023

Wardani mengatakan, untuk memungkinkan industri kecil dan UMKM terlibat, maka nilai minimal investasi DUDI untuk satu SMK sebesar Rp 200 juta. SMK juga bisa mengajukan lebih dari satu mitra jika ingin mengikuti program ini.

"Kita ingin agar kehadiran SMK bisa menggerakkan ekonomi daerah dengan mengajak industri daerah dan UMKM di daerah untuk lebih banyak terlibat," kata Wardani.

Wardani berharap, kebijakan dan program SMK PK SPD bisa mendorong industri untuk kembal berkolaborasi.

"Terlebih, program ini tidak hanya memberikan dampak nyata bagi sekolah, tetapi juga manfaat banyak bagi industri, mulai dari menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sesuai kebutuhan industrinya, hingga tax deduction," ucap Wardani.

Begini Keuntungan bagi Perusahaan dan Industri

Director Axioo Class Program, PT Tera Data Indonusa, Timmy Theopelus menuturkan, program SMK PK SPD memungkinkan pihaknya memangkas biaya pelatihan atau training bagi karyawan baru.

"Program ini sangat bermanfaat. Di tahun 2021-2022 ada seribu siswa yang mengikuti praktik kerja lapangan (PKL) di tempat kami. Kemudian, adanya kebijakan super tax deduction (STD) dari pemerintah juga sangat menguntungkan kami. Efek sosial pun kita rasakan dengan diberikan kemudahan dalam pencarian SDM," kata Timmy.

Sementara itu, Konsorsium Pengusaha Peduli Vokasi telah menyiapkan Rp 50 miliar untuk pendanaan pada tahun 2022 hingga 2023 nanti.

Konsorsium Pengusaha Peduli Vokasi terdiri atas sejumlah perusahaan besar, di antaranya Sinar Mas, Indofood, Astra, Agung Sedayu, dan sebagainya.

"Kita mempunyai misi agar lulusan SMK memiliki penghasilan di atas Upah Minimum Regional (UMR). Yang kami lakukan adalah melakukan penyesuaian kurikulumnya dengan industri. Kemudian, kami latih guru-gurunya hingga mampu mengajar sesuai kurikulum yang kami kehendaki. Baru kemudian, kita membantu pada bidang infrastrukturnya hingga teaching factory," kata Primadi, perwakilan Konsorsium Pengusaha Peduli Vokasi.

Ia menuturkan, investasi industri ke pendidikan, terutama SMK, merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya baru bisa dinikmati paling cepat tiga hingga empat tahun.

Di sisi lain, pihaknya meyakini bahwa investasi lewat SMK PK SPD akan berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi bangsa dan menentukan keberlanjutan bisnisnya di masa mendatang.

"Kami meyakini vokasi menjadi salah satu jalan agar bangsa ini bisa memiliki pendapatan yang meningkat, di mana hal itu dapat terwujud apabila kualitas SDM memiliki keterampilan keahlian," kata Primadi.



Simak Video "Terungkap! Siswi Tewas Dalam Sumur di Deli Serdang Sempat Diperkosa"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia