Tantangan Anak-anak SD di Kaltara untuk Dapatkan Pendidikan Berkualitas

Tantangan Anak-anak SD di Kaltara untuk Dapatkan Pendidikan Berkualitas

Danica Adhitiawarman - detikEdu
Senin, 28 Nov 2022 11:15 WIB
Kemendikbudristek
Foto: Kemendikbudristek
Jakarta -

Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara mengalami ketertinggalan belajar akibat berbagai tantangan dalam mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Masalah ini diharapkan bisa diatasi dengan Kurikulum Merdeka Belajar untuk memulihkan pembelajaran pasca pandemi.

Kepala SDN 005 Tanjung Palas Timur, Ludiah Liling menyadari tantangan belajar siswa mengakibatkan siswa kehilangan kemampuan belajar. Guru pun menjadi enggan menyesuaikan kembali caranya mengajar saat luring, setelah sekian lama mengajar secara daring.

"Pemulihan guru bisa dilakukan lewat sistem manajerial yang efektif dan menyenangkan. Strateginya dengan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka," ujar Ludiah dalam keterangan tertulis, Senin (28/11/2022).

Beberapa tantangan siswa untuk belajar di antaranya akses yang tidak memadai. Siswa harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk menuju sekolah mereka di Desa Sajau Hilir. Tak hanya itu, jalanan dalam kondisi rusak, menanjak, dan berliku.

Selain itu, tercatat oleh tim Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), ada 11 persen siswa Tanjung Palas Timur yang tidak mengikuti proses pembelajaran. Hal ini disebabkan harus ikut orang tua mereka bekerja jauh, berkebun merantau, bahkan dititipkan ke keluarga lain karena ditinggal bekerja jauh.

Pandemi Covid-19 juga menambah tantangan belajar siswa-siswa ini. Meskipun 89 persen siswa masih bisa belajar secara daring dan luring, mereka tidak dapat mencapai kompetensi yang diharapkan dan mengalami kehilangan kemampuan belajar (learning loss) yang besar.

Ludiah menyadari semakin besar ketertinggalan siswa dalam memahami dan menguasai pelajaran, semakin besar pula dampaknya dalam proses pembelajaran kedepannya. Hal ini disebut fenomena yang disebut "Efek Matthew" dalam pendidikan. Menurutnya, jalan keluar dari masalah tersebut harus berangkat dari guru.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan solusi dengan diluncurkannya Merdeka Belajar Episode Kelima Belas: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar. Hal ini sebagai upaya pemulihan pembelajaran dalam pendidikan pasca pandemi.

Ludiah menilai Kurikulum Merdeka dapat memberikan fleksibilitas bagi guru dalam menentukan materi belajar. Guru bisa lebih fokus pada materi esensial, sehingga proses belajar bisa lebih mendalam, bermakna, dan menyenangkan.

Hal tersebut sejalan dengan perubahan kurikulum yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim pada peluncuran Merdeka Belajar Episode Kelima Belas: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar secara daring pada 11 Februari 2021.

"Arah perubahan kurikulum yang termuat dalam Merdeka Belajar Episode 15 ini adalah struktur kurikulum yang lebih fleksibel, fokus pada materi yang esensial, memberikan keleluasaan bagi guru menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik, serta Platform Merdeka Mengajar yang menyediakan berbagai referensi bagi guru untuk terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik," ucap Nadiem.

Ludiah merancang empat strategi implementasi Kurikulum Merdeka untuk menguatkan pemulihan pembelajaran di sekolahnya. Pertama, menyegarkan kembali kemampuan pedagogi guru melalui pelatihan berbasis kelompok kerja guru (KKG). Kedua, memanfaatkan komunitas belajar tingkat sekolah sebagai forum bagi guru untuk merefleksikan pembelajaran. Ketiga, melakukan asesmen awal secara masif dan terjadwal. Terakhir, menggunakan hasil asesmen untuk mendesain pengelompokan siswa dan menentukan materi pembelajaran terdiferensiasi.

Orang tua, guru, pemerintah daerah, dan public dapat mempelajari kebijakan kurikulum di Indonesia lebih lanjut dengan mengakses laman kurikulum.kemendikbud.go.id. Publik juga dapat mengakses berbagai regulasi, panduan, dan praktik baik Kurikulum Merdeka pada laman tersebut.



Simak Video "3 Pilar Sekolah Sehat yang Diusung Kemendikbud-Ristek"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia