Kemenag Siapkan Aturan Pencegahan Tindak Kekerasan di Lembaga Pendidikan

Anisa Rizki - detikEdu
Selasa, 06 Sep 2022 16:30 WIB
Neglected lonely child against the white wall.  Little girl crying in the corner. Violence concept.
Ilustrasi perundungan (Foto: iStock)
Jakarta -

Kemunculan kasus kekerasan di lembaga pendidikan agama turut menyita perhatian Kementerian Agama (Kemenag). Dalam kaitannya, Kemenag akan menerbitkan regulasi sebagai upaya mitigasi dan antisipasi agar kasus tersebut tidak terulang lagi.

"Kekerasan dalam bentuk apapun dan dimanapun tidak dibenarkan. Norma agama dan peraturan perundang-undangan jelas melarangnya," ungkap Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag, Waryono Abdul Ghofur.

Kasus Tindak Kekerasan yang Dilakukan Oleh Santri Pesantren Gontor

Mengutip dari laman resmi Kemenag pada Selasa (6/9/2022), Waryono diminta memberi tanggapan terkait peristiwa yang dialami inisial AM (17), salah satu santri Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

AM wafat pada 22 Agustus 2022 dengan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan kakak kelasnya.

"Mewakili Kementerian Agama, kami sampaikan duka cita. Semoga almarhum husnul khotimah, dan keluarganya diberi kekuatan dan kesabaran. Kami juga berharap peristiwa memilukan seperti itu tidak terjadi lagi," tambah Waryono.

Direktorat PD Pontren langsung berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur terkait kasus tersebut. Nantinya Pihak Kanwil akan menerjunkan tim dari Kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo untuk menemui para pihak terkait dan mengumpulkan berbagai informasi dari lokasi kejadian.

"Kami mengapresiasi langkah Pesantren Gontor yang telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, memberikan sanksi kepada para pelaku, dan berkomitmen terhadap upaya penegakan hukum," lanjut Waryono.

Penyusunan Regulasi Pencegahan Tindak Kekerasan pada Pendidikan Agama Sudah dalam Tahap Harmonisasi

Direktur PD Pontren itu juga menyatakan bahwa Kemenag terus memproses penyusunan regulasi terkait tindak kekerasan pada pendidikan agama dan keagamaan. Saat ini, regulasi sudah dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

"Rancangan Peraturan Menteri Agama tentang Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Kekerasan mudah-mudahan tidak dalam waktu lama dapat segera disahkan," jelas Waryono.

Waryono berharap semua lembaga pendidikan agama dan keagamaan mampu mengambil langkah-langkah penyadaran dan pencegahan tindak kekerasan sejak dini.



Simak Video "Dua Penganiaya Kasus Tewasnya Santri Ponpes Gontor Jadi Tersangka"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia