Kemendikbudristek Undang Masyarakat Kawal RUU Sisdiknas, Bagaimana Caranya?

Kemendikbudristek Undang Masyarakat Kawal RUU Sisdiknas, Bagaimana Caranya?

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 01 Sep 2022 10:30 WIB
RUU Sisdiknas 2022: Penjelasan dan Link RUU Sisdiknas Terbaru
RUU Sisdiknas. Foto: Tangkapan layar laman Kemendikbudristek
Jakarta -

Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) tengah diajukan pemerintah masuk Program Legislatif Nasional (Prolegnas) Prioritas ke Badan Legislatif DPR RI. Sambil menunggu persetujuan DPR, Kemendikbudristek meminta masyarakat mengkritisi draf RUU Sisdiknas.

Kemendikbudristek membuka situs akses naskah akademik, paparan, tanya jawab, materi latar belakang, dan draft RUU Sisdiknas. Masyarakat juga bisa mengirimkan masukan dari kajian atas RUU Sisdiknas ini di alamat sisdiknas.kemdikbud.go.id.

"Sambil menunggu masuk tahap pembahasan dengan DPR, kita buka partisipasi secara luas. Ini upaya untuk menunjukkan keterbukaan, semua orang bisa unduh. Baik kritik maupun kontroversi (yang diterima) menjadi bukti keterbukaan kami," kata Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Anindito Aditomo dalam wawancara khusus dengan detikEdu, Rabu (31/8/2022).

"Ada juga fitur pasal ke pasal, bisa kasih masukan, tentang pembelajaran, tentang guru, baca pasalnya, lalu beri masukan, misalnya di pasal 145 begitu," sambungnya.

Kirim Masukan untuk RUU Sisdiknas

Penyisiran Masukan oleh Tim Teknis dan Biro Hukum

Nino menjelaskan, situs Sisdiknas Kemendikbudristek ini didukung tim teknis dan biro hukum untuk menyisir masukan yang dikirimkan.

"Jadi berkala dibahas dan kita sistesis dulu, kita bahas sambil menunggu bahasan dengan DPR. Tentu tidak semua diterima, karena masukan masyarakat juga bertentangan," kata Nino.

"Contoh pendidik Himpaudi minta (RUU Sisdiknas) segera dibahas karena guru PAUD tidak diakui sebagai guru dan tidak pernah bisa dapat tunjangan. Sebab definisi guru tidak dikunci, tidak masuk. Nah mereka guru, berhak atas hak yang sama. Nah ini kita baca, kita bahas. Nanti kalau sudah masuk bahasan dengan DPR, ada mekanisme publik, tidak hanya pemerintah," sambungnya.

Kontroversi Diterima

Menanggapi kontroversi RUU Sisdiknas belakangan, Nino mengatakan, wajar adanya perbedaan dalam melihat aturan di RUU. Kendati demikian, menurutnya tidak masalah selama niatnya sama-sama untuk memecahkan masalah kesejahteraan guru.

"1,6 juta guru belum sejahtera, butuh pengaturan berbeda. Kontroversi saat ini bukan soal niatnya, karena niatnya sama ya, menyejahterakan Tapi cara menuangkan di RUU seperti apa, kami terbuka untuk dialog. Kalau berbeda pendapat dengan caranya (untuk kesejahteraan), diskusi untuk cara lebih baik lagi," kata Nino.

"Membuka draf ini bukan tanpa risiko, nyatanya ada kontroversi. Tetapi ini harga yang pantas dibayar karena harus terbuka, sambungnya.

Inspektur Jenderal Chatarina Muliana Girsang menuturkan, masyarakat dapat memanfaatkan website ini untuk mengawal proses RUU Sisdiknas. "Ini baru pertama kali website khusus RUU setransparan ini, paling transparan dibuka," tutur Chatarina.

"Saya yakin tidak mungkin (pendapat) kita langsung negasikan, pasti dibahas di DPR. Kawal bener minta tolong, niatnya baik untuk bangsa, tujuannya sama, berpandangan baik untuk RUU ini," pungkasnya.



Simak Video "Nadiem Sebut RUU Sisdiknas Beri Keleluasaan Kampus untuk Berkembang"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia