Mulai Sekolah, Siswi di Afghanistan Ini Ungkapan Rasa Senang Campur Haru

Devi Setya - detikEdu
Senin, 23 Mei 2022 19:00 WIB
Siswi sekolah menengah di Afghanistan
Foto: BBC
Jakarta -

Baru-baru ini beberapa sekolah di Afghanistan kembali memulai proses kegiatan belajar. Termasuk salah satunya di sekolah khusus perempuan Sayed ul Shuhada.

Proses belajar di sekolah menjadi kegiatan yang dirindukan para siswa di Afghanistan. Tak heran jika banyak siswa yang antusias datang ke sekolah dengan perasaan senang campur haru sekaligus diliputi rasa khawatir.

Dikabarkan BBC (23/5) sebuah sekolah khusus perempuan kembali menggelar kegiatan belajar. Ada sekitar 200 siswa yang datang ke sekolah ini. Jumlah ini jauh lebih sedikit dari biasanya, penyebabnya adalah para siswa dan orangtua yang khawatir dengan keselamatan diri.

Adalah Marzia, salah satu siswi yang tinggal di puncak bukit di Bagian Barat Kabul. Gadis 15 tahun ini semangat mengemas tas berisi buku untuk dibawa ke sekolah. Ini adalah kali pertama ia pergi ke sekolah sejak Taliban mengambil alih kekuasaan Agustus lalu.

"Saya merasa sangat senang ketika mendengar sekolah dimulai kembali," katanya kepada BBC. "Itu membuat saya berharap tentang masa depan lagi."

Sejak Agustus, di sebagian besar Afghanistan hanya sekolah dasar perempuan yang tetap buka. Sementara untuk sekolah laki-laki tetap berjalan seperti biasa.

Sebagai tahun ajaran baru, sekolah menengah perempuan akhirnya dibuka kembali. Para siswi pun merasa terharu ketika mengingat ada lebih dari 90 teman sekolah dan staf sekolah yang tewas dalam serangan oleh afiliasi lokal dari kelompok Negara Islam.

"Bom bunuh diri pertama terjadi sangat dekat dengan saya," kata Sakina, sambil matanya berkaca-kaca. "Ada banyak orang mati di depan saya ... saya tidak berpikir saya akan selamat."

Lebih lanjut, siswi ini juga mengutarakan cita-citanya untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi demi merubah nasibnya.

"Balas dendam kami pada orang-orang yang melakukan ini adalah dengan melanjutkan pendidikan kami. Kami ingin berhasil dalam hidup kami, sehingga kami dapat memenuhi impian," ujar Sakina.

Karena lama tidak digunakan untuk beraktivitas, kondisi kelas dan meja belajar pun dipenuhi debu dan kotoran. Semua siswa dan guru bersama-sama membersihkan ruangan belajar mereka. Meskipun para guru juga menyampaikan kabar buruk bahwa kegiatan sekolah bisa terhenti kapan saja.

Pejabat pendidikan Taliban setempat mengirimkan pesan kepada kepala sekolah dan mengatakan sekolah menengah perempuan sebenarnya harus tetap tutup sampai pemberitahuan lebih lanjut. Artinya sekolah ini sebenarnya belum diperbolehkan menggelar aktivitas.

"Kami hanya ingin bisa belajar," kata Fatima. "Negara macam apa ini? Apa dosa kita?"

Seorang guru mengatakan, "Kami tahu dengan ancaman (Taliban) dan kami tentu saja khawatir." Namun ia menambahkan para murid perempuan di sini siap dengan risiko apa pun.

Masih banyak sekolah perempuan yang tutup di Afghanistan >>

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia