3.004 Peserta Lulus Guru Penggerak, Nadiem: Jadilah Pelopor Merdeka Belajar

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 20 Jan 2022 14:15 WIB
Acara penutupan pendidikan Guru Penggerak angkatan 2
Foto: Youtube Ditjen GTK Kemdikbud RI
Jakarta -

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah rampung melaksanakan program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 2 pada 18 Desember 2021 lalu.

Setelah sembilan bulan rangkaian program, akhirnya sebanyak 3.004 peserta berhasil lulus menjadi Guru Penggerak. Mereka siap menjadi agen transformasi pendidikan di Indonesia.

Dalam acara penutupan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 2 yang ditayangkan melalui kanal YouTube Dirjen GTK Rabu (19/1) kemarin, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, turut menyampaikan apresiasi kepada peserta yang lulus.

"Saya ucapkan selamat kepada 3.004 Guru Penggerak Angkatan Dua yang menyelesaikan pendidikan selama sembilan bulan dari bulan April sampai Desember 2021," ucapnya dikutip dari laman resmi Kemendikbud.

Nadiem juga mengatakan bahwa Guru Penggerak adalah garda depan dari Merdeka Belajar.

"Transformasi pendidikan ada di tangan para Guru Penggerak yang tidak takut dengan perubahan. Malah menjadi pemimpin perubahan," ungkapnya lebih lanjut.

Tidak Ada Lagi Guru Didikte Kurikulum

Adapun selain guru, komponen penting dalam transformasi pendidikan juga terletak pada kurikulum.

Menyinggung soal Kurikulum Prototipe, dikatakan Nadiem bahwa kurikulum tersebut sudah mulai digunakan oleh beberapa sekolah sebagai opsi.

Menurutnya, kurikulum prototipe ini akan mengembalikan peran guru sebagai pemimpin pembelajaran.

"Yang kami berikan bentuknya hanya kerangka, dan nanti guru yang akan mengembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di sekolahnya masing-masing," jelasnya.

Nadiem menegaskan bahwa ke depannya, ia tidak ingin ada lagi cerita tentang guru yang didikte kurikulum.

Hal ini merupakan bagian dari upaya kementerian untuk memulihkan pembelajaran dan memerdekakan guru dari hal-hal yang membatasi kreativitas dalam mengajar.

"Saya sekarang ingin titip kepada Ibu/Bapak Guru Penggerak, jadilah pelopor Merdeka Belajar dan Merdeka Mengajar di sekolah Bapak/Ibu masing-masing," tegasnya.

Tak lupa Nadiem juga mengapresiasi para pengajar praktik, fasilitator, dan instruktur yang telah berpartisipasi dalam program Pendidikan Guru Penggerak.

"Inilah waktunya kita bersama-sama memulihkan pembelajaran. Mari kita terus menjadi penggerak perubahan, maju ke depan, serentak mewujudkan Merdeka Belajar," tutup Nadiem.



Simak Video "Sakit Hati Gaji Tak Dibayar, Eks Guru Honorer di Garut Bakar Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia