Puluhan Sekolah Jakarta Tutup Imbas COVID-19, Kemdikbud Bakal Lakukan Apa?

Kristina - detikEdu
Selasa, 18 Jan 2022 17:30 WIB
Poster
Ilustrasi sekolah ditutup karena COVID-19. Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Sebanyak 39 sekolah Jakarta tutup sementara akibat temuan 67 kasus COVID-19 selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 100 persen. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, 67 kasus itu terdiri dari 62 siswa, 2 pendidik, dan 3 tenaga kependidikan.

"Totalnya yang ditutup ada 39 sekolah namun sebagian sudah dibuka kembali. Dari total sekian yang terpapar, peserta didik 62, pendidik 2, tenaga kependidikan 3. Total 67 yang terpapar virus Corona," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, dikutip dari detikNews, Selasa (18/1/2022).

Terkait temuan tersebut, Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anang Ristanto mengatakan, pihaknya masih mengikuti perkembangan dinamika COVID-19.

"Kami selalu waspada dan juga mengikuti perkembangan dinamika COVID-19," kata Anang saat dihubungi detikEdu, Selasa (18/1/2022).

Anang melanjutkan, saat ini pelaksanaan PTM masih mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019.

"Pelaksanaan PTM saat ini masih mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 yang disusun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti para pakar epidemiologi, satgas COVID-19, serta lintas kementerian dan lembaga yang disusun secara seksama," terangnya.

"Kebijakan SKB Empat Menteri ini disusun secara adaptif dengan mempertimbangkan perkembangan situasi pandemi terkini. Hal tersebut dilakukan demi kemaslahatan masyarakat, utamanya anak-anak Indonesia," imbuh Anang.

Ketika ditanya soal penanganan kasus seperti yang ditemukan saat ini, Anang mengembalikan kepada SKB 4 Menteri. Menurutnya, dalam SKB tersebut telah diatur tentang pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi PTM.

"SKB Empat Menteri telah mengatur ketentuan pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi PTM terbatas secara lebih baik dan terperinci, mulai dari pengembangan aspek-aspek apa saja yang dipantau, penggunaan teknologi termasuk dashboard notifikasi kasus, surveilans perilaku, dan surveilans epidemiologis bagi satuan pendidikan yang sudah melaksanakan PTM terbatas," paparnya.

Berdasarkan SKB 4 Menteri, PTM terbatas akan dihentikan sementara apabila terjadi klaster penularan COVID-19 di sekolah tersebut, angka positivity rate hasil ACF di atas 5 persen, dan warga sekolah yang masuk dalam notifikasi kasus hitam di atas 5 persen.

Apabila setelah dilakukan surveilans bukan merupakan klaster PTM terbatas atau angka positivity di bawah 5 persen, PTM terbatas hanya diberhentikan pada kelompok belajar yang terdapat kasus konfirmasi dan atau kontak erat COVID-19 selama 5x24 jam.



Simak Video "Tempat Rawan Penularan Virus di Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia