Pekan Depan Mulai Masuk Sekolah, Boyolali Masih PTM 50 Persen

Ragil Ajiyanto - detikEdu
Jumat, 14 Jan 2022 19:00 WIB
Sebanyak 330 sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMP di Kota Bandung gelar PTM 100 persen hari ini. Kegiatan tersebut digelar dengan menerapkan prokes ketat.
Foto: Wisma Putra/detikcom
Boyolali -

Para siswa jenjang PAUD-SD-SMP di Boyolali, Jawa Tengah mulai masuk sekolah pada Senin (17/1/2022) mendatang setelah libur akhir semester. Namun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, menyatakan belum akan menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

"PTM mulai tanggal 17 Januari nanti, kita masih PTM terbatas, dengan kapasitas 50 persen," kata Kepala Disdikbud Boyolali, Darmanto, Jumat (14/1/2022).

PTM 50 persen dari kapasitas ini khususnya bagi sekolah yang jumlah muridnya banyak atau sekolah gemuk. Setiap kelas, jumlah murid dibatasi 16 siswa. Jika lebih dari itu maka, PTM 50 persen.

Sedangkan sekolah yang jumlah muridnya kurang dari 16 orang per kelas, diperbolehkan PTM 100 persen. PTM terbatas ini juga tetap dengan protokol kesehatan ketat serta waktu pembelajaran maksimal 6 jam pelajaran.

Senada Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdikbud Boyolali, Lasno, menjelaskan bahwa PTM di Boyolali mulai 17 Januari belum 100 persen. Sekolah tetap menerapkan PTM terbatas dengan kuota 50 persen tiap rombongan belajar (rombel) hingga 31 Januari mendatang.

"Kami belum menerapkan PTM 100 persen. Tetap 50 persen dari kapasitas kelas. Karena kami mengantisipasi adanya potensi paparan pasca Nataru dan libur semester. Kita kan tidak tahu selama libur ini mobilitas anak-anak tinggi atau tidak. Jadi kami tunggu dulu dan akan dievaluasi lagi," jelas Lasno.

Meski kapasitas siswa dibatasi 50 persen, namun, pihaknya mengupayakan agar siswa bisa masuk enam hari dalam sepekan. Tiap rombel dibatasi hanya diisi maksimal 16 siswa. Sementara untuk yang jumlahnya siswanya kurang dari 16 per kelasnya, bisa masuk 100 persen.

Untuk mengatur pola siswa masuk sekolah diserahkan kepada masing-masing sekolah. Apakah dengan sistem bergilir, masuk pagi dan siang atau sehari masuk sekolah sehari belajar di rumah.

Lama pembelajaran maksimal 6 jam pelajaran atau 240 menit tiap harinya. Sehingga sekolah bisa memilih berapa jam pelajaran yang akan diberikan kepada setiap Rombel.

Lebih lanjut Lasno menegaskan, sekolah agar mentaati Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Serta berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan (Faskes) dan satgas covid-19 tingkat kecamatan serta desa. Sekolah juga diminta melengkapi sarana prasarana (Sarpras) Protokol Kesehatan.

"Guru juga harus datang lebih awal dari siswanya. Misalnya kalau siswa masuk pukul 07.00 WIB, guru harus sampai di sekolah jam 06.30 WIB," imbuhnya.

Menurut dia, untuk jenjang SMP relatif telah siap untuk menggelar PTM. Apalagi siswa dan guru telah selesai vaksin dosis 1 dan 2. PTM terbatas ini akan diujicobakan hingga akhir Januari 2022 mendatang. Selanjutnya akan dievaluasi lagi.

"Jadi kita coba 50 persen pada 17 - 31 Januari. Lalu Februari kita tinjau dan evaluasi apakah berani memasukan 100 persen atau tidak. Sambil menunggu efek Nataru dan libur semester ini, kalau semua aman kita rencanakan memasukkan 100 persen. Itu pun juga tergantung kesiapan sekolah," ujar Lasno.



Simak Video "PTM Sekolah dan Kurikulum di Ciamis Dilaksanakan 100 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia