Kemendikbud Dorong Sekolah Pantau PTM Terbatas dengan Teknologi Digital

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 12 Jan 2022 20:00 WIB
34.555 Madrasah Siap untuk PTM Terbatas 2022
Foto: A.Prasetia/detikcom/Ilustrasi PTM Terbatas
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong pembelajaran tatap muka (PTM) 2022 yang telah dijalankan oleh sekolah-sekolah berdasarkan SKB 4 Menteri. Terutama tentang pemantauan dan perkembangan situasi pandemi COVID-19 di lingkungan satuan pendidikan.

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, mengatakan bahwa pemerintah mendorong satuan pendidikan untuk menggunakan teknologi digital agar bisa memantau perkembangan pandemi di masing-masing satuan pendidikan.

"Salah satu contohnya adalah diadakannya QR code di masing-masing sekolah untuk memantau adanya penyebaran virus di sekolah. Dengan menggunakan teknologi digital, akan mempercepat kita menindaklanjuti jika ditemukan kasus COVID-19," kata Suharti dikutip dari laman Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbudristek, Rabu (12/1/2022).


Cara Memantau PTM dengan Teknologi

Menurut Suharti, satuan pendidikan harus menggunakan teknologi untuk pemantauan dan evaluasi PTM terbatas yang terintegrasi data pokok pendidikan (DAPODIK) dan EMIS (sistem data informasi pendidikan dari Kementerian Agama) dengan PeduliLindungi.

Pemantauan tingkat kepatuhan protokol kesehatan COVID-19 di satuan pendidikan juga harus terintegrasi dengan aplikasi Bersatu Lawan Covid.

Tidak hanya itu, satuan pendidikan juga harus melakukan verifikasi nomor WhatsApp penanggung jawab satuan pendidikan pada laman https://sekolahaman.kemkes.go.id/ atau https://madrasahaman.kemkes.go.id/ dan memasang QR Code aplikasi PeduliLindungi di area masuk dan keluar satuan pendidikan.

Berdasarkan SKB 4 Menteri, penggunaan teknologi untuk pemantauan dan evaluasi PTM terbatas dilakukan dengan tiga upaya.

1. Integrasi DAPODIK/EMIS dengan PeduliLindungi.

2. Integrasi dengan aplikasi Bersatu Lawan Covid untuk pemantauan tingkat kepatuhan protokol kesehatan COVID-19 di satuan pendidikan.

3. Evaluasi dan validasi PTM terbatas berdasarkan data daftar periksa, vaksin, kasus COVID-19, dan kepatuhan protokol kesehatan.

Adapun integrasi DAPODIK/EMIS dengan PeduliLindungi dilakukan dengan tiga bentuk, yaitu

- Notifikasi status kondisi sekolah melalui WhatsApp kepada penanggung jawab sekolah dan daerah (dinas pendidikan/ kantor wilayah/kantor Kemenag),

- Melihat status kondisi sekolah pada laman https://sekolahaman.kemkes.go.id/ dan https://madrasahaman.kemkes.go.id/, dan

- Penggunaan QR Code PeduliLindungi untuk pengunjung dan tamu.

5 Hal yang Diperhatikan dalam Pemantauan dan Evaluasi PTM Terbatas

Sementara itu, ada juga lima hal yang dipantau dalam pemantauan dan evaluasi PTM terbatas, di antaranya:

1. Kesiapan PTM terbatas sesuai daftar periksa dari laporan sekolah

2. Kasus suspek (gejala COVID-19) dan komorbid dari laporan sekolah dan Satgas Penanganan COVID-19 (PC19)

3. Tingkat kepatuhan institusi dan warga satuan pendidikan terhadap protokol kesehatan dari laporan sekolah dan satgas PC19

4. Status vaksin warga satuan pendidikan yang terintegrasi dengan PeduliLindungi

5. Kasus konfirmasi dan kontak erat COVID-19 yang terintegrasi dengan PeduliLindungi.

Sekolah juga harus melakukan evaluasi dan validasi PTM berdasarkan data daftar periksa, vaksin, kasus COVID-19, dan kepatuhan protokol kesehatan.

Selain itu, satuan pendidikan yang sudah melaksanakan PTM terbatas juga harus melakukan Surveilans Epidemiologi, yakni kegiatan pengamatan secara sistematis dan terus-menerus terhadap penyakit atau masalah-masalah kesehatan serta kondisi yang mempengaruhi risiko agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien.



Simak Video "Catatan Kritis Anggota Komisi DPR IX Terkait PTM Terbatas"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/kri)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia