Inspiratif! Guru-guru Ini Didik Murid dengan Cara Kreatif

Kristina - detikEdu
Jumat, 03 Des 2021 13:15 WIB
Guru bagikan metode pembelajaran kreatif dalam acara Bincang Inspiratif bersama Pendidik Inovatif, Kamis (2/12/2021).
Guru-guru berbagi pengalaman mengajar di masa pandemi. Foto: Tangkapan layar/YouTube Kemdikbud RI
Jakarta - Pembelajaran di masa pandemi menjadi tantangan bagi setiap guru di berbagai wilayah Indonesia. Namun, guru-guru ini justru ciptakan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril mengatakan, konsep Merdeka Belajar adalah pembelajaran yang berorientasi kepada murid.

"Merdeka Belajar fokusnya adalah pembelajaran murid. Dan inilah yang kita inginkan untuk pemimpin-pemimpin masa depan kita," ucap Iwan dalam acara Bincang Inspiratif bersama Pendidik Inovatif, Kamis (2/12/2021).

Menurutnya, pemahaman guru terhadap kebutuhan siswa dapat menjadi kunci keberhasilan dalam pembelajaran. Dalam hal ini, budaya gotong-royong untuk saling berkolaborasi juga menjadi jalan untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul di masa depan.

"Intinya menurut saya dengan perubahan mindset ini lahir inovasi-inovasi yang diharapkan untuk yang lebih baik. Tujuannya adalah murid, murid, dan murid," tegas Iwan.

Pendidikan yang berorientasi kepada siswa ini telah dilakukan oleh guru-guru dari berbagai sekolah di Indonesia. Salah satunya dilakukan oleh Sumarni, Guru SLB Negeri 2 Makassar, Sulawesi Selatan.

Dengan berbekal tekad untuk melaksanakan pembelajaran dengan baik di masa pandemi, Sumarni melakukan asesmen terhadap peserta didiknya.

Pada saat itu, asesmen yang dia berikan bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap kemampuan mengenal kelengkapan bermotor. Dari perolehan hasil asesmen, diketahui bahwa banyak siswa belum paham terhadap topik tersebut. Ia pun memberikan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi audio visual.

"Saya berpikir pada saat itu bahwa untuk mencapai tujuan dalam pembelajaran saya ini, saya berinisiatif untuk membuatkan video pembelajaran," ucapnya.

Media pembelajaran ulat kata, yakni kombinasi gambar dengan kata, juga diterapkan oleh Sumarni. Dia mengaku turut terinspirasi dari program Guru Belajar dan Berbagi. Bahkan, hampir seluruh kegiatan dan berbagai pelatihan dia ikuti.

Tak hanya Sumarni, guru SMA Negeri 1 Basarang, Kalimantan Tengah, Made Pujangga, juga memiliki metode pembelajaran yang kreatif. Lulusan program Guru Penggerak angkatan pertama ini membuat pelajaran yang berbasis proyek.

Selain itu, Made juga menerapkan metode pembelajaran refleksi dari alam, yakni mengajak para siswa untuk berefleksi dari sungai Kapuas dalam belajar Biologi dan lingkungan. Menurutnya, sungai Kapuas adalah urat nadi bagi warga masyarakat yang ada di Kapuas.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDIT Ummul Quro, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Anis Shaidah Ulfah, turut mengembangkan desain pembelajaran dengan berbasis pada kebutuhan siswa. "Yang jelas anak kami harus punya jawaban apa yang mereka butuhkan," ucapnya.

Simak Video "Polisi Amankan Guru Ponpes yang Cabuli Santrinya di Tasikmalaya"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia