KSAD Letjen Dudung Lulusan Akmil Cabang Infanteri, Belajar Apa?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 17 Nov 2021 15:30 WIB
Jakarta - Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen Dudung Abdurachman resmi dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa pada Rabu (17/11/2021) siang.

Letjen Dudung merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988, dari kecabangan infanteri. Kariernya di korps Infanteri gemilang hingga pada Mei 2021 Letjen Dudung diangkat menjadi panglima pasukan khusus Kostrad.

Korps Infanteri TNI AD sendiri terdiri dari pasukan pejalan kaki dan merupakan pasukan terbesar dan tempur utama, pasukan khusus Kostrad serta Kopassus. Sehingga infanteri dapat diartikan sebagai pasukan tempur darat utama, dimana pasukan berjalan kaki yang dilengkapi persenjataan ringan, dilatih dan disiapkan untuk melaksanakan pertempuran jarak tidak jauh.

Korps Infanteri berada di bawah Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) yang komandannya berpangkat Letnan Jenderal.


Apa yang Dipelajari di Infanteri?

Melansir laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) TNI AD, Akademi Militer (Akmil) dikenal sebagai Kawah Candradimuka untuk membangun karakter dan mengembangkan potensi terbaik generasi muda calon pemimpin bangsa Indonesia.

Untuk itu, diperlukan tempaan yang keras, terukur dan terarah guna membentuk fondasi yang kokoh bagi karakter pemimpin, yang dilandasi oleh disiplin, loyalitas, moralitas, dan integritas yang tinggi untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Adapun untuk kurikulum Pendidikan Taruna Akmil kecabangan Infanteri diharuskan belajar dan mendalami ilmu-ilmu tentang infanteri seperti taktik dan teknik tempur. Hal itu sesuai dengan motto Infanteri yakni "cari, dekati, hancurkan".

Latihan menembak berkelompok

Dikutip dari laman resmi Akmil, akmil.ac.id, salah satu yang dipelajari korps Infanteri adalah latihan menembak Jatpok (Senjata Kelompok), Lintar (Lintas Datar), Senjata Mesin Berat (SMB) di sebuah lapangan khusus.

Tujuan atau sasaran latihan tersebut adalah agar taruna Akmil kecabangan Infanteri dapat melaksanakan menembak Jatpok Lintar SMB berjarak 800 meter dengan baik, benar dan tepat.

Dalam latihan senjata SMB, taruna berlatih bagaimana mengisi senjata, membidik dan menembak di tempat drill teknik menembak.

Latihan menembak mortir

Selain itu, taruna kecabangan Infanteri juga akan berlatih menembak senjata mortir di sebuah lapangan.

Mortir sendiri merupakan senjata artileri yang diisi dari depan, dan menembakkan peluru dengan kecepatan yang rendah.

Senjata ini diperuntukkan untuk jarak dengan jangkauan dekat dan dengan laju peluru yang tinggi lengkungan parabolanya. (faz/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia