Curhat Guru Sekolah Indonesia di Malaysia, Putar Otak Jaga Semangat Murid

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 13 Okt 2021 07:30 WIB
SDN 006 Krayan adalah sekolah yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia. Dengan segala keterbatasan siswa-siswi di sekolah itu tetap semangat menuntut ilmu.
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Guru di Sekolah Indonesia Johor Bahru, Malaysia Ardian Nur Rizki berbagi cerita tantangan mendidik di tengah pandemi di perantauan. Ia mengatakan, di samping faktor perlengkapan dan nonteknis, tantangan paling jamak yaitu pasang surutnya minat belajar peserta didik.

Ardian mengaku, turunnya minat belajar peserta didik sejatinya merupakan tantangan klasik dan lumrah dalam pembelajaran.

"Tapi belakangan, keluhan ini terdengar lebih masif. Kita mungkin acap mendengar curhatan rekan guru, kalau pembelajaran tatap muka normal sebelum pandemi yang hadir 95 persen. Kalau pembelajaran daring di masa pandemi, yang hadir tidak sampai 50 persen," kata Ardian dalam Dialog Guru Merdeka Belajar di kanal Ditjen GTK Kemdikbud RI, Selasa (12/10/2021).

Ardian mengatakan, berangkat dari kondisi tersebut, ia mencoba membedah dorongan dan menyiasati upaya dalam menggerakkan minat belajar anak-anak.

"Barangkali, anak-anak yang hadir dalam pembelajaran tatap muka sebelum pandemi itu karena ingin jumpa kawan-kawannya saja, atau pengen dapat uang saku dari orangtua. Atau datang badannya saja, otak dan jiwanya melayang-layang entah ke mana," kata Ardian.

Berangkat dari asumsi ini, kata Ardian, ia mencoba menjaga semangat siswa baik di pembelajaran tatap muka dan PJJ. Pertama, dengan menyadari peran sentralnya jadi katalisator belajar anak. Kedua, dengan merancang pembelajaran edukatif dan rekreatif sesuai kodrat anak dan zaman.

Ardian menuturkan, ia mencari inspirasi dalam merancang dalam mempersiapkan pembelajaran dari platform Guru Belajar dan Berbagi. Ia mengatakan, salah satu ide yang didapat dari platform tersebut yakni cara belajar Ekonomi yang bisa diimplementasikan lewat praktik wirausaha online. Praktik tersebut, katanya, bisa dimodifikasi sesuai potensi dan karakter siswa.

Ia menambahkan, dirinya juga mencoba penggunaan jembatan keledai yang dimodifikasi jadi lagu yang diiringi petikan gitar dengan melodi lagu anak-anak Pelangi . Menurutnya, metode ini bisa membantu pemahaman materi lebih lekat di ingatan anak-anak.

"Biar enjoy, seru. Jadi anak-anak tertantang untuk membuat formula jembatan keledai sendiri, dan mereka saling sharing, berbagi," katanya.

Dikutip dari laman gurubelajardanberbagi.kemdikbud.go.id , Guru Belajar dan Berbagi merupakan gerakan kolaborasi pemerintah dengan guru, komunitas, dan penggerak pendidikan untuk mendukung pendidikan dan guru terbaik bagi agar anak-anak Indonesia.

Platform Guru Belajar dan Berbagi terdiri atas Ayo Guru Berbagi dan Ayo Guru Belajar. Segmen Ayo Guru Belajar adalah platform daring belajar dan berbagi bagi guru dan tenaga kependidikan. Sementara itu, segmen Ayo Guru Berbagi memungkinkan guru dan tenaga kependidikan berbagi ide dan praktik baik melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), artikel, video pembelajaran, dan aksi webinar.

Simak Video "Turki Mulai Sekolah Tatap Muka di Tengah Kekhawatiran Orang Tua"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia