Kemdikbud Ristek: 45.284 Sekolah Melaporkan Aman dalam Menjalankan PTM Terbatas

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 27 Sep 2021 11:00 WIB
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya sidak PTM di sejumlah sekolah.
Foto: Dadang Hermansyah
Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus menuntaskan program vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dalam upaya menghadirkan sekolah aman dan nyaman.


Vaksinasi PTK ini didorong agar pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas sesuai amanat Presiden Jokowi dapat segera dilakukan di daerah yang belum melaksanakan.


"Mas Menteri Nadiem yang tengah berkunjung ke Jambi dan sebelumnya ke Solo juga menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat terutama orangtua, pendidik, dan murid-murid sangat tinggi untuk bisa kembali ke sekolah," jelas Dirjen Paud Dikdas Dikmen Kemendikbud Ristek, Jumeri, seperti dikutip dari laman Ruang Guru PAUD, Senin (27/9).


Jumeri juga menjelaskan Kemendikbud Ristek senantiasa mengimbau agar sekolah mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk memastikan kesehatan dan keselamatan warga sekolah tetap menjadi yang utama saat melaksanakan PTM Terbatas.


Selain itu, Kemendikbud Ristek juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan dan pemantauan dinamika sekolah yang melaksanakan PTM Terbatas.


"Kami juga akan terus menyampaikan pembaruan data secara transparan untuk kesuksesan PTM Terbatas, mengingat bahwa pembelajaran jarak jauh berkepanjangan dapat berdampak negatif bisa menyebabkan anak-anak Indonesia sulit mengejar ketertinggalan," terangnya lebih lanjut.


Berdasarkan data Kemendikbud Ristek per 19 September 2021, ada sebanyak 42 % satuan pendidikan yang berada di level 3, 2, dan 1 selama memberlakukan PPKM yang menyelenggarakan PTM Terbatas.


Untuk mendorong keberhasilan penyelenggaraan PTM, menurut Jumeri, peranan pemerintah daerah sangat penting.


"Kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah memberikan izin bagi satuan pendidikan di level 1-3 untuk melaksanakan PTM Terbatas, tentunya dengan protokol dan aturan sesuai Inmendagri PPKM dan SKB 4 Menteri," imbuhnya.


Sementara itu, terkait kekhawatiran adanya klaster sekolah, Jumeri menjelaskan bahwa sejak awal pandemi tahun 2020 lalu hingga saat ini, ada sebanyak 45.284 atau 97,2% satuan pendidikan terlapor aman menjalankan PTM Terbatas.


Dari total 46.580 satuan pendidikan yang telah melaksanakan PTM Terbatas, jumlah laporan dari satuan pendidikan terkait penularan Covid-19 di satuan pendidikan relatif kecil yaitu 2,8% atau 1.296.


"Protokol terkait risiko klaster sekolah ini juga sudah jelas dan ketat diatur di dalam SKB 4 Menteri, termasuk di dalamnya pemerintah daerah menutup sekolah, menghentikan PTM Terbatas, melakukan testing, tracing, dan treatment jika ada temuan kasus positif Covid-19," papar Jumeri.


Atas kondisi ini, pemerintah tidak menyamaratakan berbagai wilayah untuk melaksanakan PTM. Sekolah akan tetap melayani murid sesuai dengan kesanggupannya untuk bisa mengikuti model pembelajaran yang sesuai, baik itu PTM Terbatas dan PJJ.


"Anak-anak bisa tetap belajar dari rumah jika orang tua belum yakin dan belum memberikan izin untuk mengikuti PTM Terbatas. Saya tekankan bahwa tidak ada proses menghukum dan diskriminasi bagi anak-anak yang belajar dari rumah," tegasnya.


Terakhir, Dirjen Paud Dikdas Dikmen Kemendikbud berharap adanya kolaborasi yang efektif antara guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan pengawas sekolah, serta orang tua agar bisa menyukseskan implementasi PTM terbatas.

Simak Video "Bekali Anak dengan 'Alat Perang' saat Sekolah Tatap Muka"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia