Kenapa Harus Kembali ke Sekolah di Tengah Pandemi?

Nurcholis Maarif - detikEdu
Selasa, 21 Sep 2021 10:35 WIB
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai dilakukan di Siswa SMP Negeri 3 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Anak-anak tampak gembira bisa masuk sekolah lagi.
Foto: Whisnu Pradana
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas bagi pendidik dan tenaga kependidikan di tengah pandemi. PTM diizinkan dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi, baik oleh pemda setempat, sekolah, hingga orang tua.

Kembali ke sekolah menjadi harapan orang tua, anak dan seluruh lingkungan pendidikan. Sebab seperti dilansir dari buku saku 'Panduan Orang Tua dalam Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka' yang dikeluarkan Satgas COVID-19, ada beberapa alasan mengapa PTM harus dilakukan di tengah pandemi.

Pertama, kekhawatiran akan terjadinya lost generation. Kedua, risiko minat belajar menurun dan memudar (learning loss). Ketiga, risiko minta membaca yang menurun dan memudar (literacy loss).

Keempat, faktor psikologis anak yang mulai jenuh selama PJJ. Kelima, PTM mengoptimalkan kemampuan akademis dan pembentukan karakter dan keenam, faktor kebutuhan anak dalam berinteraksi secara langsung dengan guru dan teman sekolah.

Sebelumnya, hasil survei online (21-26 Juni 2021) yang dilakukan Satgas COVID-19 menunjukkan bahwa mayoritas responden menghendaki siswa dapat melakukan PTM di tahun ajaran 2021/2022. Nilainya mencapai 54% dibanding yang memilih PJJ 19,1% dan PTM dan PJJ sekaligus 26,9%.

Responden yang memilih PTM beralasan karena khawatir anak tidak mendapatkan proses belajar yang maksimal, anak sudah bosan dengan PJJ, dan biaya untuk pembelian kuota internet selama PJJ. Sedangkan orang tua yang ingin melanjutkan PJJ beralasan karena khawatir anak terpapar virus COVID-19 saat ke sekolah.

Dalam survei itu, orang tua juga berharap ada kerja sama yang baik dengan pihak sekolah dalam keterbukaan, komunikasi dan disiplin prokes, dan penyediaan sarana kebersihan yang memadai saat PTM.

Lalu sekolah diminta mempersiapkan prokes yang baik saat PTM, menyediakan fasilitas untuk mendapat makan sehat dan berkualitas, jumlah siswa di kelas dibatasi, dan semua guru dan pengurus sekolah sudah divaksin. (ncm/ega)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia