Hari Pertama PTM, Siswa SMPN 5 Kota Yogyakarta Masih Canggung Bersosialisasi

Heri Susanto - detikEdu
Senin, 20 Sep 2021 12:00 WIB
PTM Hari Pertama di SMPN 5 Kota Yogyakarta
Foto: Heri Susanto
Yogyakarta -

Beberapa SMP di Kota Yogyakarta yang telah memenuhi syarat vaksinasi siswa 80 persen, hari ini (20/9) mulai menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Salah satunya di SMP N 5 Kota Yogyakarta yang menggelar pembelajaran hybird,luring dan daring.


Setelah dua tahun belum pernah bertemu langsung dengan teman dan guru, siswa di sekolah favorit di Kota Yogyakarta ini masih anteng.Terlihat siswa masih canggung bersosialisasi.


"Setelah dua tahun tidak bertemu, murid-murid lupa caranya ramai," kata Ketua Komite SMP N 5 Kota Yogyakarta Supriyono, diwawancarai saat pengawasan ujicoba PTM, Senin (20/9/2021).


Meski demikian, lanjut Supriyono, langkah antisipasi tetap mereka lakukan. Untuk hari pertama saat ini, penerapan protokol kesehatan (prokes) diuntungkan dengan siswa yang canggung bersosialisasi dengan teman-temannya.


"Kami sudah antisipasi, setelah seminggu atau dua minggu, anak-anak pasti sudah lebih akrab. Ini yang bahaya, mereka bisa rangkul-rangkulan, kumpul dan berkerumun kalau tidak diatur," jelasnya.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMP N 5 Kota Yogyakarta Retna Wuryaningsih mengatakan, untuk bisa menggelar PTM ini ada banyak syarat yang harus mereka penuhi.


"Vaksinasi untuk siswa dari 995, yang sudah vaksin 874, yang belum Vaksin 121, atau prosentase 87,8 persen, sehingga memenuhi syarat dari SE Bapak Gubernur untuk pembelajaran tatap muka," katanya.


Begitu pun dengan guru dan tenaga pendidik di SMP N 5 Kota Yogyakarta. Retna mengatakan, dari 54 guru sudah semua mendapatkan vaksinasi.
Ia menambahkan, siswa yang belum mendapatkan vaksin, tetap diperbolehkan untuk mengikuti PTM. Sebab, vaksin bukan syarat untuk bisa mengikuti PTM.
"Kan bisa saja mereka baru saja sakit, menjalani isolasi, pas jadwal vaksinasi," katanya.


Untuk PTM, kata Retna, siswa mendapatkan enam jam pelajaran. Satu jam pelajaran ada 30 menit, total tiga jam sehari masuk sekolah.


"Tidak ada waktu istirahat, siswa harus membawa bekal sendiri untuk makan. Kantin ditutup, kemudian diumumkan untuk dijemput tepat waktu agar tidak berkerumun," katanya.


Saat proses PTM pertama kali ini, sempat terjadi listrik mati. Padahal, guru mengajar di depan kelas mengajar untuk siswa yang luring maupun daring.
"Sudah kami antisipasi, ada genset yang bisa untuk menggantikan listrik dari PLN," katanya.



Simak Video "Kepala Sekolah di Ciamis Bisa Dicopot Bila PTM Abai Prokes"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia