Kurang Murid, SMP Swasta di Gunungkidul Terancam Tak Dapat BOS

Pradito Rida Pertana - detikEdu
Senin, 06 Sep 2021 21:15 WIB
Sekolah di Tangerang mulai melakukan uji coba sekolah tatap muka dengan terapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti apa pelaksanaannya? Lihat yuk.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Puluhan SMP swasta di Kabupaten Gunungkidul terancam tidak mendapatkan bantuan operasional sekolah (BOS) karena kekurangan jumlah murid. Hal itu merujuk kebijakan tentang persyaratan pencairan dana BOS.

"Untuk jumlah sekolah (SMP) yang kurang dari 60 murid ada sekitar 10 sekolah semuanya swasta, kalau negeri aman," kata Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul Kiswara saat dihubungi wartawan, Senin (6/9/2021).

Menurutnya, 10 SMP itu kemungkinan tidak mendapatkan BOS tahun depan karena dalam 3 tahun terakhir hanya ada 60 murid. Padahal, penghentian dana BOS dampaknya sangat terasa terutama sekolah swasta.

Hal itu merujuk ketentuan pencairan dana BOS tersebut yang tertuang dalam Permendikbud 6/2021 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan BOS Reguler. Di mana ada sejumlah persyaratan bagi sekolah untuk mendapatkan dana BOS reguler.

Terlebih di dalam Pasal 3 ayat 2 huruf d dijelaskan bahwa syarat sekolah mendapatkan dana BOS reguler adalah memiliki jumlah siswa paling sedikit 60 siswa selama tiga tahun terakhir.

"Yang jelas sosialisasi (terkait penghentian BOS sekolah yang kurang dari 60 siswa selama 3 tahun) sudah dilakukan sejak 2019, jadi tidak ujug-ujug (mendadak)," ujarnya.

Jika sampai tidak mendapatkan BOS, dia menyebut 10 SMP swasta tersebut akan dikembalikan ke yayasan terkait operasionalnya. Nantinya, jika ada sekolah negeri yang kekurangan, maka diserahkan ke Pemda.

"Tahun depan kalau masih melakukan layanan pendidikan, biayanya dari yayasan," ucapnya.

Sementara itu, Kasub Bagian Perencanaan Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Sumarno menjelaskan, bahwa pihaknya belum bisa memastikan berapa sekolah yang terkena dampak kebijakan penghentian pencairan dana BOS. Mengingat petugas masih melakukan pembaruan data-data pokok pendidikan (dapodik) sebagai dasar perhitungan BOS.

"Masih melakukan sinkronisasi data Dapodik sebelum tanggal 31 Agustus 2021. Nanti bisa diketahui sekolah mana yang bisa melakukan pencairan dana BOS tahap III Tahun 2021," ujar Sumarno.



Simak Video "Nadiem Pastikan Seluruh Sekolah Dapat BOS, Tak Ada Minimal 60 Siswa"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia