Kadisdik Jabar: PTM Terbatas Bisa Digelar dengan 2 Rumus

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 30 Agu 2021 21:15 WIB
Sejumlah siswa-siswa mengikuti ulangan harian saat uji coba pembelajaran sekolah tatap muka di kawasan SMA Swasta Yappenda, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/8).
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas sudah bisa dilakukan di wilayah Jawa Barat. Hal itu mengacu kepada Inmendagri No 30 Tahun 2021 yang menjelaskan bahwa daerah yang menerapkan PPKM Level 3.


Provinsi Jabar hingga saat ini terus memaksimalkan program vaksinasi untuk memulihkan berbagai sektor termasuk pendidikan. Bahkan Jabar telah membuat kegiatan vaksinasi demi mencapai target 37 Juta vaksinasi. Kegiatan tersebut digelar di area Masjid Al Jabbar Gedebage, Kota Bandung, Sabtu (28/8/2021).


Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar sekaligus Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Jabar, Dedi Supandi, menjelaskan tentang 903 titik vaksin di 27 kabupaten/kota yang dilaksanakan.


"Hari ini kita buktikan, 903 titik vaksin telah dilakukan serentak dengan jumlah 512.756 ribu di 27 kab./kota di Jawa Barat. Kalau per hari mencapai 512 ribu maka sisa waktu ke Desember 2021 (mencapai target) tinggal 126 hari lagi," ungkapnya seperti dikutip detikEdu dari laman instagram @disdikjabar (30/8).


Sementara itu, terkait PTM terbatas, Dedi menjelaskan sekolah harus menyiapkan 2 rumus. Di antaranya adalah:


1. Sekolah tetap menyediakan pembelajaran jarak jauh (PJJ)


2. PTM dilakukan dengan adaptasi kebiasaan baru dengan catatan harus mendapat izin orang tua siswa.

.

"Minggu ini sedang berjalan proses permintaan izin kepada orang tua/wali murid. Jika PPKM sudah di level 2, semoga awal September ini PTM bisa dilakukan," jelas Dedi.


Hal serupa juga disampaikan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil tentang PTM terbatas. Gubernur mengatakan, jika di beberapa wilayah Jabar yang semua gurunya telah divaksin dan PPKM-nya sudah di level 3 atau 2, maka boleh dilakukan tatap muka.


"Apalagi jika muridnya juga sudah divaksin, tentu diperbolehkan. Karena, terlalu lama sekolah online juga cukup mengkhawatirkan," ujarnya.


Lebih lanjut, Ridwan Kamil menjelaskan, vaksin tidak dijadikan syarat utama bagi siswa atau peserta didik. Namun untuk guru, vaksin menjadi syarat utama.


"Vaksin itu tidak dijadikan syarat utama, tapi kalau yang murid. Kalau guru itu syarat utama sehingga di Jabar saya sudah pastikan ada wilayah-wilayah yang gurunya sudah divaksinasi dan PPKM-nya sudah tidak di Level 4, tapi Level 3-2. Jadi sesuai arahan dari kementerian mudah2an pak Dedi bisa minggu ini atau minggu depan mengajak media juga," terangnya.


Menurutnya, karena wilayah Jabar sangat luas, terdapat banyak daerah-daerah yang jauh dari perkotaan sehingga memiliki risiko COVID-19 yang kecil.


Semakin jauh dari perkotaan, risiko COVID-19 makin sedikit. Jadi daerah dengan PPKM Level 2, guru yang sudah divaksin sudah bisa didahulukan untuk membuka PTM terbatas.


"Apalagi kalau (vaksinasi) murid-muridnya bisa diakselerasi karena kalau terlalu lama online juga ada kajian yang cukup mengkhawatirkan," pungkasnya.

Simak Video "Tempat Rawan Penularan Virus di Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia