6 Fakta Laptop Produk Lokal untuk Sekolah, Dianggarkan Triliunan

Anatasia Anjani - detikEdu
Jumat, 23 Jul 2021 14:12 WIB
ilustrasi laptop
Fakta laptop lokal untuk sekolah (Foto: thinkstock)
Jakarta - Pemerintah menetapkan anggaran hingga Rp 17 triliun hingga tahun 2024 untuk penggunaan produk dalam negeri di bidang pendidikan, khususnya produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) termasuk laptop lokal untuk dibagikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan belanja produk dalam negeri di sektor pendidikan dan belanja pemerintah pada bidang TIK yang masih rendah. Hal itu bila dibandingkan dengan belanja produk impor.

"Maka untuk tujuan utama meningkatkan produk TIK dalam negeri dilakukan melalui pengadaan barang pemerintah yang ditargetkan Rp 17 triliun di 2024, jadi selama sekitar 4 tahun ke depan kita akan belanjakan sebanyak itu," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7/2021).

Apa saja fakta laptop lokal yang akan dibagikan ke sekolah? Berikut adalah penjelasannya

1. Dianggarkan Rp2,4 T untuk 240 ribu laptop untuk tahun 2021

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan, Kemendikbudristek melakukan peningkatan penggunaan produk teknologi. Hal ini direalisasikan dengan membeli 240.000 laptop produk dalam negeri senilai Rp2,4 triliun.

"Pemerintah mengalokasikan Rp2,4 triliun untuk dana alokasi khusus pendidikan tahun 2021 di tingkat provinsi, kabupaten/kota untuk pembelian 240.000 laptop," kata Nadiem dalam jumpa pers virtual, Kamis (22/7/2021).

2. Program Digitalisasi Sekolah

Nadiem Makarim mengatakan pihaknya membeli alat-alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan total anggaran mencapai Rp17,42 triliun hingga 2024 untuk program Digitalisasi Sekolah.

Alat-alat TIK yang hendak dibeli Kemendikbudristek antara lain, laptop, access point, konektor, layar proyektor, dan speaker aktif, hingga internet router.

"Jadi sampai 2024 ini kita ada program untuk digitalisasi sekolah," kata Nadiem dalam konferensi pers yang digelar bersama Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) di kanal Youtube Kemenko Marves, Kamis (22/7).

3. Gunakan Dana APBN Pusat dan DAK Fisik

Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek M Samsuri menjelaskan jumlah kebutuhan Rp17,42 triliun tersebut berdasarkan kebutuhan sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas TIK.

Adapun skema pengadaan alat TIK tersebut, kata Samsuri, akan menggunakan dana APBN pusat dan APBN transfer daerah.

"Sekolah-sekolah yang belum memiliki kapasitas komputer di atas 15 atau yang belum sama sekali itu datanya kalau dianggarkan sekitar 17 triliun itu," kata Samsuri pada CNNIndonesia Kamis (22/7) malam.

Lebih lanjut, Samsuri mengatakan pengadaan tersebut akan dilakukan setiap tahun. Pada 2022 mendatang, jumlah anggaran untuk pengadaan alat-alat TIK ini mencapai sekitar Rp3,5 triliun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

4. Dapat Dibeli Lewat e-commerce

Nadiem Makarim berharap adanya komitmen pemda dan dinas pendidikan di daerah untuk belanja produk lokal di bidang pendidikan. Ia menjelaskan, pembelanjaan laptop dan produk TIK PDN akan dapat dilakukan sekolah lewat e-commerce SIPLAH. Sementara itu, pengawasan pembelanjaan laptop sekolah ini akan dilihat dari laporan penggunaan dana BOS.

5. 6 Perusahaan Siap Pasok Laptop Lokal

Luhut Binsar Panjaitan mengatakan sudah ada enam perusahaan yang siap memasok laptop lokal sebanyak 718.000 unit di tahun ini, dengan tingkat TKDN yang sudah memenuhi ketentuan pemerintah.

Perusahaan tersebut yakni PT Zyrexindo Mandiri Buana, PT Tera Data Indonusa, dan PT Supertone, PT Evercoss Technology Indonesia, PT Bangga Teknologi Indonesia, dan PT Acer Manufacturing Indonesia.

6. Pemerintah Canangkan Laptop Merah Putih

Selain mengalokasikan anggaran belanja barang pemerintah untuk laptop lokal, upaya yang juga dilakukan adalah memperkuat kemampuan riset dalam negeri untuk mendorong pembuatan laptop dengan tingkat kandungan dalam negeri yang tinggi.

Luhut mengatakan, saat ini Indonesia sedang menggarap proyek pembuatan laptop Merah Putih. Produksi laptop Merah Putih melibatkan beberapa universitas seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).



Simak Video "Komisi X DPR Minta Kemendikbudristek Gandeng KPK soal Pengadaan Laptop Rp 2,4 T"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia