Kemendikbud Minta Tidak Ada Perpeloncoan dalam MPLS Tahun 2021

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Rabu, 14 Jul 2021 20:30 WIB
Lecture room or School empty classroom with Student taking exams, writing examination for studying lessons in high school thailand, interior of secondary education, whiteboard. educational concept
Kemendikbud Minta Tidak Ada Perpeloncoan dalam MPLS Tahun 2021 (Ilustrasi Foto: iStock)
Jakarta - Memasuki tahun ajaran baru 2021/2022, tiap sekolah wajib melakukan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai pengganti Masa Orientasi Sekolah (MOS) pada peserta didik barunya. Pemerintah mengimbau tiap satuan sekolah untuk meniadakan tindak kekerasan atau perpeloncoan pada MPLS tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktur PAUD Dikdasmen (Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah) Muhammad Hasbi dalam Bincang Pendidikan tentang menyambut tahun ajaran baru di masa pandemi COVID-19, Rabu, (14/7/2021).

"(Kegiatan MPLS) tidak melibatkan siswa atau kakak kelas sebagai penyelenggara dan diisi dengan kegiatan edukatif. Kemudian, tidak ada tindak kekerasan atau pun perpeloncoan," terang Hasbi.

Namun, bagi sekolah yang masih kekurangan personil guru. Bahkan terpaksa harus melibatkan siswa sebagai panitia penyelenggara MPLS, Hasbi meminta siswa harus dipilih dengan tepat.

"Siswa yang dipilih sifatnya harus baik. Jauh dari perilaku tindak kekerasan," sambung dia.

Lebih lanjut, Hasbi juga menyampaikan 4 poin penting yang harus disampaikan pihak sekolah selama MPLS berlangsung. Poin-poin tersebut di antaranya adalah mengenalkan kultur yang ada di sekolah, mengenalkan siswa dengan ekosistem sekolah (guru dan siswa lainnya), dan mengenalkan siswa pada sarana dan prasarana di sekolah.

"Dan juga strategi sekolah dalam melaksanakan pembelajaran di masa pandemi. Terutama di zona merah," kata Hasbi.

Senada dengan hal itu, Direktur SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Ditjen Pendidikan Vokasi M. Bakrun menambahkan bahwa kegiatan MPLS harus menyenangkan dan membuat bahagia bagi para peserta didik baru. Sebab itu, ia menyarankan waktu kegiatan MPLS tidak perlu berlama-lama.

Bakrun juga berpesan khususnya bagi satuan pendidikan SMK untuk menyampaikan program yang diusung oleh sekolah pada peserta didik baru. Hal ini menurutnya, bertujuan untuk mendorong motivasi belajar siswa di sekolah yang dipilihnya.

"Siswa yang dari SMP ke SMK harus diberikan wawasan program kalian yang ada di sekolah itu. Soalnya belum tentu passion (keinginan) si anak-anak. Agar anak-anak juga mampu dan mau untuk mempelajari yang dipilihnya," papar dia.

Sarannya, pihak SMK juga bisa mengundang narasumber dari alumni-alumni masing-masing yang sudah sukses pada kegiatan MPLS. Misalnya, alumni tersebut diminta untuk membagikan kisah keberhasilannya. Atau, menurut penuturan Bakrun, sekolah juga bisa mengundang pihak industri yang sejalan dengan program sekolah.

Sebagai penutup, Bakrun mengimbau pihak satuan pendidikan untuk tidak lelah dalam mengedukasi siswa terakit protokol kesehatan. Bahkan, menurutnya perlu dilakukan secara berulang kali.

"Menjaga protokol kesehatan. Selalu diulang-ulang. Lakukan edukasi berulang," tutup Bakrun.

Simak Video "Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Tetap Dilaksanakan, Namun..."
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia