Mengenal Alat Kelamin Jantan pada Bunga dan Proses Penyerbukannya

Kristina - detikEdu
Rabu, 14 Jul 2021 17:20 WIB
Yellow angel trumpet flower. The yellow flower that adorns the streets. Tropical flowers.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Photographer and graphic artist
Jakarta - Bunga adalah tempat terjadinya penyerbukan pada tumbuhan. Di dalam bunga, terdapat benang sari dan putik. Masing-masing merupakan alat kelamin jantan dan betina.

Reproduksi tumbuhan yang melibatkan pertemuan antara benang sari dan putik disebut dengan reproduksi generatif. Proses ini diawali dengan penyerbukan atau persarian dan dilanjutkan dengan pembuahan.

Sebelum mengenal lebih lanjut proses reproduksi pada tumbuhan, ada bagian-bagian bunga yang perlu diketahui terlebih dahulu. Berikut bagian-bagian bunga dikutip dari buku Biologi Kelompok Pertanian oleh Deden Abdurahman:

1. Kelopak (kaliks), berfungsi untuk melindungi kuncup bunga.

2. Mahkota (korola), berfungsi untuk melindungi putik dan benang sari serta menarik perhatian serangga.

3. Benang sari (stamen), terdiri atas tangkai sari (filamen) dan kepala sari (Antera) yang terdiri dari empat kantong sari. Benang sari berfungsi sebagai alat kelamin jantan.

4. Putik (pistilum), terdiri dari tangkai putik (stilus), kepala putik (stigma), dan bakal buah (ovarium). Di dalam bakal buah terdapat bakal biji (ovule). Putik berfungsi sebagai alat kelamin betina.

Proses Penyerbukan atau Persarian

Alat kelamin jantan pada bunga adalah benang sari. Dalam proses penyerbukan, benang sari akan melepaskan serbuk sari di kepala putik.

Penyerbukan pada tumbuhan tidak terjadi dengan sendirinya. Melainkan ada bantuan dari faktor luar yang berfungsi sebagai perantara. Setidaknya, ada 3 jenis penyerbukan tumbuhan dengan menggunakan perantara. Antara lain sebagai berikut:

1. Penyerbukan angin (Anemogami)

Penyerbukan anemogami adalah penyerbukan yang terjadi karena bantuan angin. Biasanya terjadi pada tumbuhan yang tidak memiliki perhiasan bunga dan memiliki serbuk sari yang banyak dan ringan. Contohnya tanaman padi dan jagung.

2. Penyerbukan air (Hidrogami)

Penyerbukan hidrogami adalah penyerbukan yang terjadi karena bantuan air. Penyerbukan jenis ini terjadi pada beberapa tumbuhan air seperti Hydrilla.

3. Penyerbukan hewan (Zooidiogami)

Penyerbukan zooidiogami adalah penyerbukan yang terjadi karena bantuan dari hewan. Terdapat empat macam penyerbukan jenis ini, diantaranya penyerbukan yang dibantu oleh serangga (eentomogami), dibantu oleh burung (ornitogami), dibantu oleh kelelawar (kroptragami), dan dibantu siput (malakogami).

Sementara itu, berdasarkan tempat terjadinya penyerbukan, ada empat macam penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan. Sebagai berikut:

1. Penyerbukan sendiri, yakni terjadi pada satu bunga.
2. Penyerbukan silang, yakni terjadi pada bunga sejenis tetapi tidak pada satu tumbuhan.
3. Penyerbukan bastar, yakni terjadi pada bunga dan tumbuhan yang berlainan.
4. Penyerbukan tetangga, yakni terjadi pada bunga yang berlainan tapi masih dalam satu tumbuhan.

Setelah proses penyerbukan terjadi, selanjutnya akan memasuki proses pembuahan. Pembuahan adalah bertemunya sel kelamin jantan (sel sperma) dengan sel kelamin betina (sel telur) yang akan menghasilkan zigot. Zigot itulah yang nantinya tumbuh menjadi individu baru.



Simak Video "PSBB Lagi! Life Hacks biar Nggak Bosan Selama di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia