Mahasiswa UNY Gagas Relawan untuk Bantu Siswa yang Kesulitan Belajar

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 12 Jul 2021 20:15 WIB
Tiga siswa menggunakan layanan panggilan video melalui telepon pintar dalam pembelajaran daring sekolah di Pulau Sabira, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Jumat (18/6/2021). Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menargetkan dapat membangun 9.113 BTS 4G hingga 2022 sehingga jaringan internet 4G dapat dihadirkan di 12.548 desa/kelurahan wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), agar kesenjangan digital di Tanah Air dapat dipangkas. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta - Selama masa pandemi, sistem pembelajaran yang diterapkan adalah pembelajaran daring. Sudah lebih dari setahun siswa belajar tanpa tatap muka, terutama daerah di zona merah COVID-19.


Meski semua materi dan penugasan bisa dipelajari lebih mudah via daring, namun sebagian besar siswa masih memiliki kendala yakni kurang bisa memahami materi tanpa penjelasan langsung oleh Guru.


Merespon hal tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam Departemen Pengabdian kepada Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menggagas program Relawan Belajar MIPA (RBM).


Alfanin Ulya sebagai perwakilan BEM FMIPA mengungkapkan RBM bertujuan untuk membantu siswa mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengalami kesulitan belajar selama masa pandemi.


"Tujuan RBM ini bertujuan untuk membantu siswa SD hingga SMA sederajat yang mengalami kesulitan belajar selama masa pandemi melalui pengadaan pembimbingan/konsultasi mengenai tugas atau materi yang kurang dipahami via Whatsapp," ungkapnya dilansir dari laman resmi UNY (12/7).


Adapun pembimbingan/konsultasi tersebut meliputi mata pelajaran, antara lain:


- Matematika

- Biologi

- Kimia

- Fisika

- Ilmu Pengetahuan Alam

- Bahasa Inggris


Program RBM 2021 tahap pertama telah dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan dari bulan April-Juni awal dan telah menjangkau partisipasi sebanyak 37 pembimbing yang merupakan mahasiswa aktif FMIPA UNY.


Sebanyak 164 siswa dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari daerah pulau Jawa hingga Kalimantan Timur turut belajar bersama RBM. Mayoritas peserta terbanyak adalah dari jenjang SMA.


Alfanin Ulya mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari perwujudan pengabdian mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat untuk membantu masyarakat lain yakni siswa.


"Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kami dalam rangka membantu usaha pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, Selain itu juga sebagai perwujudan pengabdian kepada Masyarakat membantu para siswa yang kesulitan dalam belajarnya," paparnya.


Dengan adanya program RBM ini, alhasil banyak siswa yang mengaku terbantu. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh salah satu siswa RBM, Hilwa.


"Alhamdulillah bersyukur banget bisa berkesempatan ikut program RBM ini. Yang tadinya tidak paham sama pelajaran sama sekali, akhirnya bisa mengerti konsep materi dengan jelas," ucap Hilwa.


Terakhir, Hilwa juga mengungkapkan bahwa para tentor (pembimbing) RBM UNY bisa mengajarkan dengan baik, ramah, fast respon, dan dengan senang hati selalu menjawab pertanyaan para siswa.



Simak Video "Warung Kopi di Atas Bukit Ini Sediakan Wifi Gratis Buat Pelajar"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia