70 Persen Siswa Harus Divaksin, Syarat Jika PTM Serentak Digelar 2022

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 09 Jul 2021 17:52 WIB
School students  using hand sanitizer after entering a classroom.
Foto: Getty Images/izusek/70 Persen Siswa Harus Divaksin, Syarat Jika PTM Serentak Digelar 2022
Jakarta - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta pemerintah agar segera memberikan vaksin pada minimal 70 persen siswa. Jika target ini dapat terealisasi sekolah tatap muka dapat digelar serentak pada awal tahun 2022.

"Setidaknya 70% dari jumlah peserta didik di satuan pendidikan sudah divaksin. Dengan demikian kekebalan kelompok di satuan pendidikan dapat terbentuk," ujar Wakil Sekjen FSGI, Mansur, dalam keterangan pada wartawan, Jumat (9/7/2021).

Menurut Mansur, mayoritas daerah belum sepenuhnya menggelar PTM, bahkan banyak yang masih ujicoba dalam jumlah terbatas. Namun, anak-anak Indonesia yang terinfeksi COVID-19 angkanya mencapai 12,6% dari total kasus.

"Angka kematian anak akibat COVID di Indonesia tertinggi di dunia. Sebagian besar anak tertular dari klaster keluarga," kata Mansur.

Selain vaksin untuk siswa, menurut Mansur harus ada langkah percepatan vaksinasi untuk guru agar dapat memiliki kekebalan dari virus Corona dan turut membentuk kekebalan kelompok di satuan pendidikan. "Sehingga warga sekolah yang tidak bisa di vaksin dapat ikut terlindungi," katanya.

Hasil pemantauan FSGI di sejumlah daerah menemukan fakta pencapaian vaksinasi untuk guru sangat beragam. Provinsi DKI Jakarta pencapaian vaksinasi untuk guru untuk vaksin dosis 1 mencapai 83,89% dan dosis vaksin dosis 2 baru mencapai 69,6%.

Kemudian per 30 Juni 2021, angka vaksinasi di Kabupaten Purbalingga mencapai 95%, Kota Medan 80%, Kota Mataram 80%, Lombok Barat 50%, dan Kab. Bima 50%. Angka-angka tersebut per 30 Juni 2021.

Menurut temuan FSGI terdapat 4 alasan guru tidak mau divaksinasi, yaitu beredarnya berita hoaks yang malah dipercaya bahwa jika divaksinasi akan ada efek samping yang membahayakan. Kemudian ada penyakit bawaan tapi itu hanya alasan pembenaran saja karena sebenarnya mereka takut divaksinasi.

"Kemudian karena Vaksin Sinovac dari China, maka para guru meragukan efektivitas dan keamanannya dan menunda untuk divaksin dengan sengaja tidak datang ke tempat kerja. Padahal petugasnya sudah datang disekolah," ujar Eka Ilham, Kepala Divisi Litbang FSGI.

Simak Video "Satu Hal Mendasar yang Disorot Eks Mendikbud Nuh soal PTM"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia