Sekolah Kolaborasi Jakarta Tambah 40, Pasangkan Sekolah Negeri dan Swasta

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 02 Jul 2021 10:30 WIB
Sekolah
Foto: shutterstock/Sekolah Kolaborasi Jakarta Tambah 40, Pasangkan Sekolah Negeri dan Swasta
Jakarta - Jakarta membuka program Sekolah Kolaborasi antara negeri dan swasta jenjang SMP dan SMA. Dikutip dari Instagram resmi Dinas Pendidikan DKI Jakarta, sebanyak 40 sekolah akan mengikuti program ini.

"Kolaborasi pemerintah dengan sekolah swasta memastikan layanan pendidikan berkualitas, mendorong kerja sama antar sekolah berbagi fasilitas dan kompetensi, serta membangun semangat kegotongroyongan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikutip dari laman Itjen Kemendikbud.

Sebanyak 10 SMP negeri dan 11 SMA negeri dipasangkan dengan 10 SMP swasta dan 11 SMA swasta dalam piloting Sekolah Kolaborasi. Beberapa sekolah negeri dan swasta yang mulai menerapkan Sekolah Kolaborasi adalah SMPN 75 dan SMPS Al Huda Jakarta, SMPN 211 dan SMPS PGRI 3 Jakarta, serta SMPN 283 dan SMPS Al Fatiyah.

Dikutip dari akun instagram resmi @sekolahkolaborasi, Jakarta Sekolah Kolaborasi adalah kegiatan harmonisasi pendidikan antara sekolah negeri dan swasta di DKI Jakarta. Sekolah Kolaborasi bertujuan untuk mengurangi kesenjangan antarsekolah dengan penyetaraan mutu kualitas dan pemerataan pendidikan.

Kegiatan Sekolah Kolaborasi mencakup tiga ruang lingkup sekolah kolaborasi di DKI, seperti dikutip dari akun instagram Gubernur DKI Jakarta @aniesbaswedan. Kegiatan tersebut di yakni pertukaran pengetahuan tentang pendekatan pembelajaran, manajemen kelas, dan pengembangan konten mata pelajaran dari guru mata pelajaran.

Sekolah Kolaborasi di antaranya berisi digitalisasi pendidikan lewat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi atau digital selama kegiatan kolaborasi. Pada kegiatan kurikuler, pembelajaran bersama menggunakan platform Zoom atau aplikasi kelas digital bersama yang dimiliki SMP dan SMA negeri, seperti dikutip dari akun Instagram @disdikdki.

Program Sekolah Kolaborasi juga meliputi pertukaran akses terhadap fasilitas pembelajaran, termasuk sumber belajar, laboratorium, dan sarana olahraga. Kegiatan kesiswaan kolaborasi meliputi kegiatan ekstrakulikuler, peringatan hari besar nasional, dan perayaan hari besar keagamaan. Infrastruktur yang termasuk dalam Sekolah Kolaborasi yakni lapangan olahraga, laboratorium IPA, laboratorium bahasa, perpustakaan, dan laboratorium TIK.

Kegiatan kolaborasi juga meliputi pertukaran pengetahuan dalam pengelolaan sekolah, perencanaan dan penganggaran, dan manajemen berbasis sekolah lainnya. Kegiatan dalam sekolah kolaborasi mencakup kegiatan pelatihan internal pendidik dan tenaga kependidikan.

Simak Video "LaporCovid-19: Ada 29 Aduan Pelanggaran Sekolah Tatap Muka di Bulan Juli"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia