Round Up

Kronologi Penghentian Uji Coba Sekolah Tatap Muka di DKI karena COVID-19

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 17 Jun 2021 19:02 WIB
Siswa Siswi sekolah dasar kelas 5 menjalani ujian Penilaian Akhir Tahun secara tatap muka dengan mengunakan gawai di Sekolah Dasar Negeri 07 Pagi Malaka Jaya, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021).
Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Jakarta akhirnya dihentikan karena kasus COVID-19 melonjak Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta menghentikan penyelenggaraan uji coba sekolah tatap muka di 226 sekolah di Ibu Kota. Penghentian dilakukan imbas lonjakan kasus COVID-19 di Jakarta.

Sekolah tatap muka terbatas rencananya digelar pada Juli 2021 mendatang sesuai Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya, DKI Jakarta telah melaksanakan uji coba sekolah tatap muka bertahap.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, awalnya Pemprov DKI sempat melaksanakan uji coba pembukaan sekolah ketika saat kasus COVID-19 melandai. Pada 7 April 2021, sebanyak 83 sekolah melaksanakan pilot project PTM dengan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 ketat.

"Pada saat berjalan baik, kita buka peningkatan 143 sekolah. Sama prokes ketat, guru, orang tua murid sudah divaksin dan masuk seminggu 2 kali," jelas Widyastuti di YouTube BNPB Indonesia, Kamis (17/6/2021).

Dinilai berhasil, dilanjutkan dengan 226 sekolah mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka secara terbatas pada 9 Juni 2021 lalu.

Adapun 226 sekolah tersebut terdiri dari 143 sekolah yang dinyatakan lolos asesmen dan 83 sekolah yang sebelumnya mengikuti pilot project pembelajaran tatap muka pada 7 April 2021.

Uji coba sekolah tatap muka ini semestinya dimulai pada Senin, 7 Juni 2021, namun jadwal diundur hingga Rabu 9 Juni 2021. Hal ini disebabkan adanya kesulitan dari pihak Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta untuk memperbaiki hasil asesmen di tiap sekolah. Sebab, terjadi peningkatan jumlah sekolah yang mengajukan asesmen dibandingkan uji coba sebelumnya.

"Karena terus terang Disdik koordinasi dengan sekolah, mereka agak kesulitan mengoreksi, menilai 300 sekolah. Kalau 300 sekolah, misal diasumsikan satu sekolah guru ikut 5-6 orang itu banyak sekali yang harus dikoreksi hasilnya," kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Taga Radja saat dihubungi, Jumat (4/6/2021).

Selain itu, Taga menyebutkan, faktor lainnya agar tak berbenturan dengan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Jakarta.

"Kedua, tanggal 7 itu juga kan bersamaan dengan PPDB dimulai, sehingga para kepala seksi, Dikdas dan Dikmen di 11 wilayah DKI itu berharap tidak berbarengan dengan PPDB tanggal 7 besok," ujarnya.

Taga menjelaskan, uji coba pembelajaran tatap muka yang dimulai 9 Juni 2021 adalah uji coba tahap satu. Sedangkan uji coba pada 7 April 2021 merupakan piloting terbatas.

Lonjakan kasus COVID-19

Di tengah pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka terbatas di DKI Jakarta, ternyata kasus COVID-19 di DKI Jakarta kemudian terus menanjak.

Pada 10 Juni, tambahan kasus COVID-19 di DKI terus menyentuh angka di atas 2.000, hingga pada 16 Juni 2021 total kasus aktif di Jakarta sudah mencapai 20.311. Desakan agar sekolah tatap muka ditunda pun merebak.

Untuk diketahui, dalam sepekan terakhir kasus Corona mengalami lonjakan drastis. Merujuk pada data BNPB sepekan terakhir, kasus tambahan Corona di Jakarta naik signifikan sebagai berikut:

6 Juni: 1.019 kasus
7 Juni: 1.197 kasus
8 Juni: 755 kasus
9 Juni: 1.376 kasus
10 Juni: 2.091 kasus
11 Juni: 2.293 kasus
12 Juni: 2.455 kasus
13 Juni: 2.769 kasus
14 Juni: 2.722 kasus
15 Juni: 1.502 kasus
16 Juni: 2.376 kasus

Per 16 Juni 2021, total kasus COVID di Jakarta sebanyak 454.671. Kasus sembuh 426.617 dan kasus meninggal 7.524.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dalam sepekan terakhir positivity rate di Jakarta naik hampir dua kali lipat. Anies mengatakan akan ada pengetatan ekstra jika kasus COVID tak terkendali.

Anies juga menyinggung okupansi tempat tidur di rumah sakit yang mengalami kenaikan signifikan.

Ia mengatakan, pekan lalu, keterisian tempat tidur di rumah sakit berada di angka 45%. Namun per kemarin naik menjadi 75%.

"Dalam waktu 1 minggu mengalami pertambahan 50%, postivity rate juga meningkat, yang minggu lalu 9%, hari ini 17%," sambung Anies, di lapangan Blok S, Minggu (14/6/2021).

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut varian COVID-19 yang masuk bernama Alpha, Beta, dan Delta. Barian Alpha merupakan varian yang ditemukan di Inggris. Kemudian, varian Beta berasal dari Afrika Selatan, dan Delta dari India.

Selain karena banyaknya varian Corona baru, ledakan COVID-19 terjadi diduga dari klaster libur Lebaran 2021. Diketahui, banyak masyarakat yang tidak mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik. Bahkan ada yang sengaja mudik melalui jalur tikus serta menumpang truk sayur agar bisa sampai ke kampung halaman.

Uji coba pembelajaran tatap muka DKI Jakarta dihentikan

Hari ini, Kamis, 17 Juni 2021, Pemprov DKI pun mengambil keputusan bahwa uji coba sekolah tatap muka di Ibu Kota dihentikan.

"Dengan kondisi saat ini dan rapat bersama antar satgas kita putuskan saat ini piloting tatap muka tidak dilanjutkan. Sambil menunggu situasi di DKI Jakarta," Widyastuti.



Simak Video "Ciamis Bakal Uji Coba Sekolah Tatap Muka Saat Ramadhan"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia