Muncul Klaster COVID di Sekolah Kulon Progo, Dinas : PTM Juli Tetap Jalan

Jalu Rahman Dewantara - detikEdu
Selasa, 15 Jun 2021 19:40 WIB
SMKN 1 Depok, Sleman, Yogyakarta, melakukan uji coba sekolah tatap muka. Ada 10 SMK-SMA di Yogyakarta yang mulai melakukan uji coba sekolah tatap muka.
Uji coba pembelajaran tatap muka pada salah satu sekolah di DI Yogyakarta Foto: Jauh Hari Wawan S
Kulon Progo - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, DIY, menyatakan pembelajaran tatap muka (PTM) yang dijadwalkan Juli 2021 mendatang bakal tetap terlaksana meski sekarang di salah satu sekolah negeri di wilayah ini sedang terjadi penularan COVID-19.

Nantinya PTM bakal dikhususkan bagi sekolah yang sudah siap baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) maupun sarana prasarana penunjang protokol kesehatan (prokes). Sementara untuk sekolah yang dinilai belum siap maka izin PTM tidak akan diterbitkan.

"Untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada Juli tetap bisa terlaksana, khususnya untuk sekolah yang sudah betul-betul siap," kata Kepala Disdikpora Kulon Progo, Arif Prastowo, saat dihubungi, Selasa (15/6/2021).

Arif mengatakan sebagai upaya mencegah munculnya penyebaran Corona di lingkungan sekolah di Kulon Progo, pihaknya telah meminta semua warga sekolah untuk menerapkan prokes secara disiplin. Sarpras penunjang prokes juga wajib dipenuhi seluruh sekolah.

"Apabila pembelajaran tatap muka sudah dilaksanakan, setiap sekolah juga wajib memenuhi standar operasional pencegah penularan COVID-19 bagi siswa maupun guru. Pihak sekolah pun juga wajib untuk selalu berkoordinasi dengan orang tua siswa dan gugus tugas setempat dalam hal penerapan prokes," jelasnya.

Setiap warga sekolah lanjut Arif diminta jujur terhadap kondisi kesehatan masing-masing. Jika muncul keluhan sakit, dianjurkan tidak datang ke sekolah dan harus memeriksakan diri ke dokter.

Diberitakan sebelumnya sebanyak 10 guru di salah satu SMP Negeri di Kapanewon Wates, Kulon Progo, DIY terjangkit virus Corona atau COVID-19. Kasus ini berawal dari salah satu guru yang menderita sakit.

"Setelah kami klarifikasi kepada Puskesmas Wates memang betul di salah satu SMP di Wates ada 10 guru terkonfirmasi. Diketahui kasus muncul sejak 26 Mei 2021, di mana salah satu guru menjalani rawat inap di rumah sakit di Wates dengan hasil antigen positif termasuk istrinya," ungkap Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati dikonfirmasi wartawan di kantor Dinkes Kulon Progo, Jumat (11/6/2021).

Satgas COVID-19 kata Baning telah melakukan tracing terhadap kontak erat 10 kasus tersebut. Hasilnya ada tambahan 5 kasus baru, yang seluruhnya merupakan keluarga kasus positif.

"Dari kasus ini ada 5 anggota keluarga dari mereka (kasus terkonfirmasi) juga positif, jadi total ada 15. Tracing sendiri masih berjalan dan menyebar di wilayah Kapanewon Kokap, Galur, Wates, dan Pengasih," ujarnya.

Sekretaris Dinkes Kulon Progo ini memastikan sejauh ini tidak ada guru lain di sekolah itu yang masuk radar kontak erat kasus. Hal ini karena adanya pemberlakuan sistem shift oleh sekolah, sehingga tak semua guru bertemu dalam satu waktu.

"Dari total 37 guru, sejauh ini hanya 10 yang positif, sisanya tidak masuk kontak erat karena memang tidak pernah ketemu langsung," jelasnya.

Ia juga pastikan tidak ada siswa yang ditracing lantaran sekolah ini tidak masuk dalam sekolah yang ditunjuk Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, melakukan uji coba pembelajaran tatap muka.

"Belum ada itu, karena kan sekolah ini enggak ikut uji coba pembelajaran tatap muka," ucapnya.

Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran, Satgas kata Baning telah melakukan disinfeksi di lingkungan sekolah tersebut. Seluruh kegiatan sekolah juga dibatasi secara ketat. Sementara 10 guru yang terjangkit telah diminta menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Simak Video "Sempat Ikut Tahlilan, 36 Warga Kalasan Sleman Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia