Mengenal MAN Insan Cendekia Serpong, Sekolah Terbaik Gagasan Habibie

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 08 Jun 2021 19:38 WIB
Presiden RI ke-3 Prof BJ Habibie
Mengenal MAN Insan Cendikia Serpong yang digagas BJ Habibie (Foto: Denny Putra)
Jakarta - MAN Insan Cendekia Serpong meraih peringkat 2 se-Indonesia dari daftar 1000 sekolah terbaik yang dirilis Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

LTMPT melakukan pemeringkatan sekolah menengah atas sederajat berdasarkan nilai rata-rata Tes Potensi Skolastik (TPS) UTBK 2020. MAN Insan Cendekia Serpong meraih nilai rerata TPS 599,654. Adapun nilai TPS tertinggi di MAN IC Serpong yakni sebesar 715,49, sedangkan nilai TPS terendah sebesar 481,6.

MAN IC Serpong dibangun pada 1996 atas ide B.J. Habibie, Presiden ketiga RI. Dari gagasan Habibie, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendirikan Magnet School di Serpong dan Gorontalo.

Sekolah terbaik ini kemudian berubah nama menjadi SMU Insan Cendekia lewat program penyetaraan IPTEK STEP (Science and Technology Equity Program) bagi sekolah-sekolah yang berada di lingkungan pondok pesantren. SMU Insan Cendekia sendiri sempat berubah nama menjadi MA Insan Cendekia sebelum menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia pada 2001.

Kepala MAN IC Serpong Abdul Basit menuturkan, Habibie semula ingin membangun sekolah dengan siswa yang unggul dalam IPTEK dan memiliki pengetahuan agama yang kuat. Harapannya, lahir calon pemimpin masa depan yang unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berlandaskan keimanan dan ketakwaan.

Pada tahun ajaran pertama, 1996-1997, penerimaan siswa SMU Insan Cendekia diprioritaskan bagi siswa-siswi SMU/MA kelas satu dan siswa-siswi lulusan SMP/MTs berprestasi yang berasal dari pondok pesantren dan sekolah Islam lainnya. Baru mulai tahun pelajaran kedua 1997-1998, SMU Insan Cendekia membuka penerimaan siswa dari SLTP umum dan MTs negeri maupun swasta.

Abdul menuturkan, pembelajaran di MAN IC serpong memadukan kurikulum pendidikan nasional dan kurikulum pesantren. Sistem pembelajaran menggunakan sistem SKS paket ditambah pembelajaran tambahan setelah waktu salat Asar dan malam hari.

"Pembelajaran siang hari diisi dengan materi pelajaran yang difokuskan pada bidang akademik dan riset. Malam harinya, para siswa melakukan kajian kitab kuning, tahsinul Al-Qur'an, tahfidz, hafalan hadits Arbain, dan penguasaan bahasa Inggris dan Arab," jelasnya saat dihubungi detikEdu, Selasa (8/6/2021).

Abdul menjelaskan, semua siswa MAN IC Serpong diasramakan. Ia menambahkan, pembelajaran di asrama dirancang sedemikian rupa untuk mendukung pendidikan siswa, terutama penguatan materi agama.

"Sistem yang dirancang berpedoman kepada petunjuk teknis pengelolaan pendidikan MAN Insan Cendekia yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI," kata Abdul.

Terkait nilai UTBK, Abdul mengatakan, UTBK menjadi target Madrasah ini setelah UN ditiadakan. "Pembelajaran seperti biasa, hanya saja materi UTBK sudah diajarkan di dalam pembelajaran sehari-hari," kata Abdul.

Di samping prestasi akademik di ujian tulis berbasis komputer, para siswa MAN IC Serpong juga menorehkan prestasi nasional dan internasional lainnya.

Beberapa di antaranya yakni Medali Perak Olimpiade Astronomi dan Astrografi Tingkat Internasional (IOAA) 2019 di Hungaria, Medali Perunggu Olimpiade Ekonomi Internasional (IEO) 2019 di Rusia, Medali Emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Biologi, Informatika, dan Kimia Tingkat Nasional 2019, Medali Emas Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Nasional 2019, dan Medali Perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Kimia Tingkat Nasional 2019.

Gimana detikers, tertarik masuk MAN Insan Cendekia Serpong? Sekolah terbaik mana yang jadi incaranmu?



Simak Video "LaporCovid-19: Ada 29 Aduan Pelanggaran Sekolah Tatap Muka di Bulan Juli"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia