Miris! SD di Gunungkidul Gelar Sekolah Tatap Muka Gegara Sulit Sinyal

Pradito Rida Pertana - detikEdu
Kamis, 03 Jun 2021 18:00 WIB
Suasana saat murid-murid di SD N Gunung Gambar datang ke sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka.
Foto: Foto: Dok. Pemkab Gunungkidul/Miris! SD di Gunungkidul Gelar Sekolah Tatap Muka Gegera Sulit Sinyal
Gunung Kidul - Kesulitan akan sinyal internet membuat murid SD N Gunung Gambar, Pedukuhan Gununggambar, Kelurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Meski tatap muka, kegiatan dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Kepala Sekolah SD N Gunung Gambar Purwo Jayusman menjelaskan alasan menggelar pembelajaran tatap muka. Hal itu bermula saat pihaknya menggelar pembelajaran secara daring atau online tahun lalu.

Suasana saat murid-murid di SD N Gunung Gambar datang ke sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka.Suasana saat murid-murid di SD N Gunung Gambar datang ke sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Foto: Foto: Dok. Pemkab Gunungkidul.

"Tapi karena banyak yang mengumpulkan tugas sore hari bahkan berganti hari membuat pembelajaran kurang efektif," katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (3/6/2021).

Oleh sebab itu, Jayusman mengumpulkan 30 wali murid, tokoh masyarakat hingga Dukuh untuk membahas apa yang menjadi kendala terkait sistem pembelajaran tersebut. Hasilnya, ternyata murid-murid itu terkendala susahnya sinyal internet untuk mengirim tugas.

"Akhirnya diputuskan untuk belajar tatap muka dengan catatan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Jadi pembelajaran daring itu hanya berlangsung selama 2 pekan saja," ucapnya.

Terlebih secara Geografis SD tersebut berada di pegunungan zona Batur Agung Utara wilayah Gunungkidul. Karena itu, SD yang berdiri pada tahun 1986 ini berada di wilayah yang terpencil.

"Apalagi rumah anak-anak di lereng bawah, jadi ya sulit sinyal. Dan di Sekolah pun sebenarnya ada WiFi, tapi ya itu tadi masih putus-putus (jaringan internetnya)," katanya.

Menyoal teknis pembelajaran tatap muka di SD N Gunung Gambar, Jayusman mengaku hanya berlangsung beberapa jam. Selain itu semua murid dari kelas I sampai VI masuk setiap harinya.

"Untuk pembelajaran tatap muka dilakukan setiap hari mulai jam 7 (pagi) sampai 10 (pagi)," ujarnya.

Dia mengaku untuk menerapkan prokes, khususnya terkait jaga jarak memang butuh sedikit perjuangan. Namun, seiring berjalannya waktu murid-murid menjadi paham.

Bahkan, karena kebiasaan itu muncul aturan unik dari pihak Sekolah, yakni meliburkan siswa yang kedatangan kerabat dari luar kota, seperti Jakarta. Nantinya murid yang bersangkutan untuk tidak masuk sekolah selama beberapa hari.

"Terus mereka itu malah ngelingke (mengingatkan), misal 'Pak besok ada kakak pulang dari Jakarta' ya sudah kamu tidak usah masuk dulu," ucapnya.

"Nah, murid-murid ini diperkenankan tidak masuk selama seminggu, dan jika ada gejala, seperti batuk atau pilek diminta untuk segera memeriksakan diri," imbuh Jayusman.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul Sudyo Marsito membenarkan hal tersebut. Sudyo bahkan menyebut SD N Gunung Gambar menjadi satu-satunya sekolah yang melaksanakan tatap muka.

"Karena kondisinya itu perbatasan dengan Ngawen dan di situ memang sinyalnya sulit," ucapnya.

Pihaknya pun tengah berupaya agar pembelajaran tatap muka itu berlangsung dengan aman dan tidak menjadi klaster baru COVID-19. Seperti halnya, dia selalu mengingatkan agar sekolah menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Semua itu agar para murid dan guru tetap sehat selama menjalankan pembelajaran tatap muka," ujarnya.

Simak Video "Ada Oknum Pedagang Ancam Pancal Pengunjung di Malioboro, Ini Kata Pengelola"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia