Viral Bumi Datar Masuk Ujian Sekolah SD, Ini Respon Kemendikbud Ristek

Pasti Liberti Mappapa - detikEdu
Kamis, 06 Mei 2021 20:38 WIB
soal bumi datar
Foto: Istimewa
Jakarta - Jagat media sosial diramaikan dengan beredarnya foto tangkapan layar soal ujian sekolah tingkat Sekolah Dasar yang memperlihatkan planet Bumi berbentuk datar.

Soal tersebut bernomor 30 itu berbunyi "Perhatikan gambar di bawah ini. Berdasarkan gambar di bawah ini yang merupakan planet luar adalah.." Semua planet di dalam soal tersebut berbentuk bulat kecuali Bumi.

Menurut narasi yang menyertai foto tersebut, soal itu berasal dari ujian sekolah mata pelajaran IPA kelas 6 di salah satu SD Swasta di Baros, Cimahi, Jawa Barat yang dilakukan secara daring Rabu, 5 Mei 2021 lalu.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud Ristek Jumeri menyampaikan guru yang membuat soal tersebut mengakui kekeliruannya dan telah meminta maaf.

Kekeliruan tersebut menurut Jumeri tidak disengaja. "Itu tidak sengaja, dibuat guru, yang bersangkutan sudah minta maaf," ujar Jumeri saat dikonfirmasi detikEdu, Kamis (6/5/2021).

Jumeri pun menambahkan tindakan selanjutnya atas kesalahan guru tersebut merupakan kewenangan Dinas Pendidikan di daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Untuk diketahui, sejak 2020 lalu pembuatan soal maupun penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Sebelumnya, 75 persen soal USBN dibuat oleh Dinas Pendidikan Provinsi, sedangkan 25 persen dibuat BNSP.

Teori Bumi datar memang tak pernah sepi dari perbincangan. Seperti dikutip dari CNN Indonesia pendukung teori Bumi datar yang paling terkenal adalah penulis asal Inggris Samuel Rowbotham.

Rowbotham menyatakan Bumi adalah cakram datar tak bergerak, berpusat di Kutub Utara, dengan Antartika adalah dinding es di batas luar cakram.

Psikolog dari Texas Tech University, Asheley Landrum menilai kaum Bumi datar bukanlah orang yang tidak percaya pada sains. Meskipun ada indikasi bahwa mereka yang rentan terhadap pandangan semacam itu memiliki tingkat melek ilmiah yang rendah.

"Ini bukan masalah pendidikan. Ini benar-benar tentang ketidakpercayaan pada otoritas dan institusi," ujar Landrum.

"Ini tampaknya didasarkan pada mentalitas konspirasi dan keyakinan yang dipegang teguh, yang terlihat sangat mirip dengan religiusitas tetapi tidak harus secara khusus terkait dengan suatu agama."



Simak Video "Gempa M 6,2 Guncang Blitar"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia