Rekrutmen Guru Penggerak Kembali Dibuka, Kemdikbud Butuh 2.800 Guru

Erwin Dariyanto - detikEdu
Selasa, 19 Jan 2021 15:55 WIB
Presiden Jokowi Menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2018 dan HUT ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor
Presiden Jokowi dalam salah satu peringatan Hari Guru Nasional. Tahun ini Kemdikbud kembali membuka rekrutmen Guru Penggerak (Foto: Dok. Twitter @KSPgoid)
Jakarta - Kabar gembira! Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuka pendaftaran seleksi untuk Guru Penggerak. Tersedia kuota sebanyak 2.800 untuk Pendidikan Guru Penggerak (PGP) bagi guru jenjang TK, SD, SMP dan SMA.

Seleksi PGP tahun ini adalah untuk angkatan yang ketiga, di mana sasarannya meliputi 56 kabupaten atau kota dari 25 provinsi yang tersebar di enam pulau besar di Indonesia.

Proses seleksi PGP akan dilakukan dalam beberapa tahapan. Tahap pertama dimulai pada Senin, 18 Januari kemarin hingga 15 Maret mendatang. Pada tahap pertama ini peserta seleksi diwajibkan mengisi biodata dan membuat esai, mengunggah dokumen dan mengikuti tes bakat skolastik.

Selanjutnya tahap kedua adalah seleksi simulasi mengajar dan wawancara yang akan dilaksanakan pada 31 Mei sampai 10 Juli 2021. Hasil seleksi calon Guru Penggerak angkatan ketiga ini akan diumumkan pada 13 Agustus 2021 mendatang.

Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Praptono mengatakan Kementerian Pendidikan akan terus melakukan seleksi guru-guru terbaik di tanah air. Khususnya tenaga pengajar yang memiliki potensi dapat menggerakkan ekosistem di lingkungan sekolahnya untuk berkolaborasi dengan sekolah lainnya.

"(Kami akan) menyeleksi guru-guru yang mau bergerak tanpa disuruh, dan (mereka) bergerak selalu berpihak kepada murid," kata Praptono seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa 19 Januari 2021.

Menurut Praptono setelah seleksi Pendidikan Guru Penggerak angkatan ketiga, rekrutmen untuk angkatan keempat akan dibuka pada 1 Maret sampai 8 Mei 2021. Untuk PGP angkatan keempat targetnya akan menyasar 160 kabupaten dan kota yang mewakili pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Papua dan Maluku.

Nantinya guru-guru yang lolos seleksi akan mengikuti program Pendidikan Guru Penggerak dengan menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning (daring dan luring) selama sembilan bulan. Program ini dirancang untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan.

Sebanyak 70 persen kegiatan dilakukan dalam bentuk belajar di tempat kerja (on the job learning). Sehingga saat mengikuti program PGP tetap bisa bertugas mengajar dan menggerakkan komunitas di sekolah.

Sementara 20 persen kegiatan PGP dirancang dalam bentuk kegiatan belajar bersama rekan sejawat, dan 10 persen sisanya dilakukan dalam bentuk pembelajaran bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping. Selama pelaksanaan program, guru akan dibimbing dan didampingi oleh instruktur, fasilitator, dan pengajar praktik (pendamping).

Informasi selengkapnya mengenai seleksi Guru Penggerak ini dapat diakses melalui laman Program Guru Penggerak di https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/.

(erd/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia