Dua organisasi mahasiswa (ormawa) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil meraih predikat Terbaik 1 dalam ajang Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Capaian tersebut diraih oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMFA) Program Studi Farmasi dan English Department Students Association (EDSA) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UMY melalui dua kategori penghargaan berbeda.
HIMFA UMY meraih Terbaik 1 kategori Ormawa dengan Dukungan Riil Terlengkap melalui program PENTAGON SEHAT yang dilaksanakan bersama masyarakat Kalurahan Tuksono, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sementara itu, EDSA PBI UMY meraih Terbaik 1 kategori Tim Pelaksana dengan Poster Paling Kreatif melalui program pemberdayaan seni dan budaya di Kalurahan Sambirejo, DIY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PENTAGON SEHAT Integrasikan Kesehatan, Lingkungan, dan Potensi Lokal
PENTAGON SEHAT dikembangkan tim HIMFA UMY untuk merespons persoalan kesehatan di Kalurahan Tuksono, khususnya stunting pada balita dan hipertensi (tekanan darah tinggi). Berdasarkan data awal tahun 2025 yang disampaikan tim, terdapat 32 kasus stunting balita dan sekitar 1.669 kasus hipertensi.
Program ini mengintegrasikan empat kegiatan, yaitu AKSI TANGGUH untuk hipertensi, GENESA untuk pencegahan stunting, SEMBADA untuk pengelolaan sampah, serta GEMATI untuk pengembangan tanaman obat keluarga (TOGA).
Melalui GEMATI bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Tuwuh Lestari, tim mengembangkan konsep hortus medicinalis atau kebun tanaman obat. Hasil budidaya TOGA dimanfaatkan untuk mengembangkan SINJI, minuman herbal berbahan serai, jahe, dan jeruk nipis, serta bakpao temulawak sebagai inovasi pangan untuk mendukung pemenuhan gizi dalam upaya pencegahan stunting.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memanfaatkan potensi lokal sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.
Ketua Tim HIMFA UMY Danish Rizky Kurniawan menjelaskan keunggulan program terletak pada keterpaduan isu kesehatan, lingkungan, dan potensi lokal. Masyarakat juga dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan agar dapat berperan aktif dalam pengembangan program.
Prestasi HIMFA UMY diraih melalui program yang mengintegrasikan edukasi kesehatan, pencegahan stunting, pengelolaan sampah, dan pemanfaatan tanaman obat keluarga. Danish yang juga mahasiswa Program Studi Farmasi angkatan 2024, menyampaikan capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat dan berbagai mitra. Tim ini didampingi oleh apt Sri Tasminatun, SSi, MSi.
Danish menegaskan keberhasilan program tidak hanya dilihat dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari keberlanjutan kegiatan setelah pendampingan mahasiswa.
"Bagi kami, keberhasilan sejati bukan sekadar meraih penghargaan, melainkan ketika masyarakat mampu melanjutkan program dan merasakan manfaatnya secara mandiri," ungkap Danish, dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).
Narasimha, Pemberdayaan Seni dan Budaya Sambirejo
Adapun EDSA PBI UMY meraih penghargaan melalui program pemberdayaan seni dan budaya yang dikembangkan bersama masyarakat Kalurahan Sambirejo. Dipimpin oleh mahasiswa PBI angkatan 2024, Reva Audya Harianto, tim tersebut mengembangkan Narasimha Sunset Show, pertunjukan yang memadukan cerita, seni peran, tari, dan musik. Tim ini dibimbing oleh Puthut Ardianto, SPd, MPd.
Menurut Puthut, salah satu kekuatan karya tim terletak pada konsep poster yang menampilkan pertunjukan sebagai representasi program pemberdayaan masyarakat. Pengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional juga menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa dalam mempersiapkan karya dan membangun kepercayaan diri.
"Dari awal kami sudah membangun mental mereka. Ketika sampai di lokasi, teman-teman boleh melihat karya tim lain, tetapi tidak boleh ikut-ikutan atau merasa harus sama dengan mereka," jelas Puthut.
"Itu yang kami tekankan kepada anak-anak," sambungnya.
Capaian kedua ormawa tersebut menunjukkan kontribusi mahasiswa UMY dalam mengembangkan program berbasis kebutuhan masyarakat melalui pendekatan yang berbeda. HIMFA berfokus pada bidang kesehatan dan lingkungan, sedangkan EDSA PBI mengembangkan potensi seni dan budaya lokal.
Prestasi dalam Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 ini menjadi capaian bagi organisasi kemahasiswaan UMY. Sekaligus mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kreativitas, memperkuat kolaborasi, dan menjaga keberlanjutan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
(anl/ega)
