Kemdiktisaintek: Kampus Indonesia Pernah Mau Buka Cabang di Luar Negeri, Tapi...

ADVERTISEMENT

Kemdiktisaintek: Kampus Indonesia Pernah Mau Buka Cabang di Luar Negeri, Tapi...

Nikita Rosa - detikEdu
Kamis, 22 Okt 2026 10:30 WIB
Dirjen Dikti  Prof Dr Khairul Munadi dalam Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) 2026 Angkatan 1 Tahap IV, di Science Techno Park UI, Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).
Dirjen Dikti Prof Dr Khairul Munadi dalam Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) 2026 Angkatan 1 Tahap IV, di Science Techno Park UI, Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). Foto: Nikita Rosa/detikcom
Jakarta -

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof Dr Khairul Munadi, ungkap universitas di Indonesia pernah mau membuka cabang di luar negeri. Universitas tersebut adalah IPB University.

"Untuk wacana ya memang sempat pernah membuka IPB University. Ya ada wacana," ujarnya ditemui usai pembukaan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) 2026 Angkatan 1 Tahap IV, di Science Techno Park UI, Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).

"Tapi tentu saja kita mendorong sesuai dengan kapasitas dan kemampuan perubahan tinggi kita," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khairul menekankan Kemdiktisaintek ingin universitas di Indonesia menekankan pada kontribusi, tidak hanya rekognisi. Pihaknya mendorong kerja sama untuk menghasilkan kontribusi nyata.

"Jadi kalau ada perguruan tinggi yang kemudian sudah merasa punya potensi dan juga siap ya secara sumber daya, kenapa tidak?," ujarnya.

ADVERTISEMENT

"Tapi jangan lupa bahwa tadi aspek kontribusinya harus lebih dikuatkan ketimbang hanya rekognisi saja," imbuhnya.

Target Internasionalisasi Universitas di Indonesia

Kemdiktisaintek menargetkan internasionalisasi universitas di Indonesia tidak hanya terlihat dalam pemeringkatan saja, tapi juga penguatan institusi melalui mitra internasional.

"Kita membangun kemitraan dengan mitra mitra internasional ya kemudian setelah itu tentu saja ekosistem pendidikan tinggi kita juga membutuhkan apa keterlibatan ya dari berbagai institusi lainnya termasuk dosen, mahasiswa dan sebagainya yang pada akhirnya nanti kalau itu dilakukan dengan baik secara alamiah akan berdampak pada ranking," tuturnya.

"Jadi bukan ranking yang kita kedepankan, tapi ranking adalah konsekuensi dari kemitraan," tambahnya.

Selain penguatan institusi, Kemdiktisaintek juga menekankan kontribusi untuk menjawab persoalan di Indonesia.

"Jadi kalau ditanya dampaknya ke ranking itu beyond ranking ya. Ke ranking hanya konsekuensi saja dari perubahan," tegasnya.



(nir/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads