Malaysia Targetkan 250 Ribu Mahasiswa Internasional hingga 2030, Ada Beasiswa

ADVERTISEMENT

Malaysia Targetkan 250 Ribu Mahasiswa Internasional hingga 2030, Ada Beasiswa

Kalila Untsa - detikEdu
Kamis, 15 Okt 2026 08:31 WIB
Menara Kembar Petronas,  Kuala Lumpur
Ilustrasi Malaysia. Foto: (Syanti Mustika/detikcom)
Jakarta -

Malaysia menjadi salah satu destinasi pendidikan yang diminati di Asia Tenggara. Hingga kini, sekitar 170.000 mahasiswa asing dari 180 negara sedang menempuh pendidikan di Negeri Jiran.

Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia, Datuk Seri Dr Zambry Abd Kadir, mengungkapkan bahwa pihaknya berniat menarik 250.000 mahasiswa internasional pada 2030 mendatang. Ia mengungkapkan, rencana ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperkenalkan perspektif global yang lebih luas bagi mahasiswa Malaysia.

"Dengan memiliki lebih banyak mahasiswa dari luar negeri, Malaysia akan menjadi destinasi studi yang lebih baik dan lebih menarik," katanya, dikutip dari The Star, Rabu (14/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut ia sampaikan pada acara International Young Future Leaders Summit (IFuture 2026) yang dilaksanakan Selasa (13/10/2026).

ADVERTISEMENT

Zambry juga menyebutkan bahwa selain dalam sektor pendidikan, sektor ekonomi negara juga akan menerima manfaat dari bertambahnya jumlah mahasiswa internasional di Malaysia. Manfaat ekonomi ini menurutnya juga akan turut dirasakan bisnis lokal.

"Misalnya jika mereka kuliah di universitas di Terengganu seperti Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) dan Universiti Malaysia Terengganu (UMT), maka masyarakat sekitar juga merasakan dampak sosial dan ekonomi yang positif," tuturnya, dikutip dari New Straits Times.

Seiring dengan upaya pemerintah Malaysia yang ingin menarik lebih banyak mahasiswa internasional, negara tersebut juga memiliki beberapa skema beasiswa yang dapat dieksplor oleh calon mahasiswa. Apa saja?


Beasiswa Pemerintah Malaysia

1. Malaysia International Scholarship (MIS)

Beasiswa ini ditujukan untuk jenjang pascasarjana (master dan PhD). Calon mahasiswanya harus berasal dari negara yang telah bermitra dengan program ini, seperti negara-negara ASEAN dan Commonwealth Parliamentary Association (CPA).

Beasiswa MIS ini menanggung biaya pendidikan yang langsung dibayarkan ke universitas tempat mahasiswa belajar. Adapun, uang saku per bulan yang diberikan adalah RM 1.500 atau sekitar Rp 6,4 juta.

Pendaftaran beasiswa ini dapat dilakukan secara daring dengan mengakses laman resmi Malaysia International Scholarship. Biasanya, MIS akan membuka pendaftaran sekitar bulan Maret-April dengan periode seleksi/pengumuman pada Oktober hingga Desember.

2. Malaysian Technical Cooperation Programme (MTCP)

Beasiswa MTCP juga disponsori oleh Pemerintah Malaysia. Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa internasional dari negara berkembang untuk melanjutkan studi pascasarjana di Malaysia.

Durasi beasiswa ini berkisar antara 24 hingga 36 bulan untuk program magister. Syarat utama untuk tergabung dalam program ini adalah dengan memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3.00 dari nilai maksimal 4.00, berusia di bawah 45 tahun, dan memiliki sertifikat IELTS dengan skor minimal 6.0 atau TOEFL iBT dengan skor minimal 60.

Pendaftaran MTCP biasanya dibuka sekitar Mei hingga Juni dan pengumumannya pada Agustus. Dari beasiswa ini, mahasiswa akan menerima uang saku yang diberikan per bulan melalui rekening lokal. Selain itu, tiket pesawat dari negara asal menuju Malaysia juga ditanggung oleh beasiswa ini. Sementara itu, biaya pendidikan dibayarkan secara langsung dari pemerintah ke pihak universitas.

Jadi, tertarik melanjutkan studi ke Negeri Jiran? Pastikan selalu memeriksa laman resmi untuk mendapat informasi pendaftaran beasiswa kuliah di Malaysia periode selanjutnya!



(twu/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads