Mendikti Bilang Jangan Kebanyakan Prodi, Berapa Jumlah Prodi di Indonesia?

ADVERTISEMENT

Mendikti Bilang Jangan Kebanyakan Prodi, Berapa Jumlah Prodi di Indonesia?

Devita Savitri - detikEdu
Selasa, 06 Okt 2026 10:00 WIB
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto singgung soal sulitnya dosen naik pangkat.
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto. Foto: Tangkapan Layar YouTube Undiksha
Jakarta -

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyoroti bila perguruan tinggi di Indonesia terlalu banyak memiliki program studi (prodi). Namun, berapa sebenarnya jumlah prodi di Indonesia?

Dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XII Tahun 2026 yang digelar pada 2-4 Oktober 2026 di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali, Brian menyebutkan jumlah prodi di Indonesia pada 2025 sebanyak 34.711 jurusan. Jumlah ini naik 2,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 54,8% atau sekitar 19.023 prodi terdapat di perguruan tinggi swasta (PTS). Sedangkan di perguruan tinggi negeri (PTN) sekitar 8.300 program studi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah Prodi Berdasarkan Program Pendidikan

Data yang disampaikan Brian dalam Konaspi tertera juga dalam buku Statistik Pendidikan Tinggi 2025 yang dikeluarkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemdiktisaintek. Bila diurutkan berdasarkan program pendidikan, Sarjana (S1) menjadi program pendidikan dengan prodi terbanyak.

ADVERTISEMENT

Jumlahnya prodi jenjang Sarjana yang aktif mencapai 21.502 jurusan. Angka ini disebut meningkat 2,65 persen dibandingkan dengan 2024, meskipun lembaga perguruan tinggi mengalami penurunan jumlah.

Adapun data lengkapnya yaitu:

  • Sarjana: 21.502 prodi
  • Diploma: 5.820 prodi
  • Magister: 4.386 prodi
  • Profesi: 1.385 prodi
  • Doktoral: 1.138 prodi
  • Spesialis: 475 prodi
  • Doktoral Terapan: 5 prodi

Jika ditotal, jumlah seluruh prodi tersebut mencapai 34.711 prodi.

Kata Mendikti Soal Banyaknya Jumlah Prodi

Sebelumnya, dalam pembukaan Konaspi, Brian berpesan agar para rektor perguruan tinggi tak banyak memiliki atau membuka banyak prodi. Ia menyebut hal ini akan mempermudah proses administrasi terutama terkait pengurusan akreditasi.

"Tolong jangan kebanyakan prodi, pegel ngurus akreditasi ya kan," tuturnya dalam pembukaan Konaspi dikutip dari tayangan ulang pada laman YouTube Undiksha, Selasa (6/10/2026).

Dibanding menghadirkan prodi baru, Brian menyarankan bila rektor menggabungkan jurusan yang serupa. Namun, ia menekankan merger ini tidak boleh mengurangi jumlah mahasiswanya.

"Kalau perlu digabung-gabung aja, merger kan lebih singkat, yang penting jumlah mahasiswa tidak berkurang," sampainya lagi.

Brian memberi contoh, jika ada lima prodi dengan jumlah mahasiswa masing-masing 100 orang, sehingga jumlahnya 500 orang. Ketika digabungkan menjadi satu prodi, jumlah mahasiswa tidak perlu berkurang dan tetap 500 orang.

"Administrasi mudah, akreditasi yang tadinya lima kali dalam 5 tahun tinggal satu kali. Manajemennya juga enggak banyak gitu ya, sehingga lebih simpel," beber Brian.



(det/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads