Vanessa Aulia Syifa Yudiasmara, lulusan terbaik fakultas vokasi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merancang aplikasi e-Government SIRPASNA. Gagasan ini lahir dari percakapan bersama mendiang ayahnya yang sempat bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Setelah sebuah bencana berakhir, yang tertinggal adalah infrastruktur dan ruang publik yang rusak. Hal ini dapat menghambat aksesibilitas hingga perekonomian masyarakat. Namun, pemulihan infrastruktur pasca terjadinya bencana ini masih menghadapi hambatan karena proses pendataannya masih belum efektif.
Ia menilai proses rekapitulasi kerusakan fisik yang dilakukan secara manual kerap memakan waktu lama dan juga rentan tidak presisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sistem SIRPASNA ini difokuskan pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas fisik pascabencana, Platform ini memanfaatkan metode matematika Additive Ratio Assessment (ARAS) untuk mengeliminasi serta memeringkat prioritas perbaikan infrastruktur secara otomatis berdasarkan skala urgensi teknis," jelas Vanessa dikutip dari Unesa, Senin (28/9/2026).
Dalam uji coba menggunakan data bencana di BPBD Kabupaten Ponorogo, aplikasi ini terbukti menghasilkan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibanding perhitungan manual konvensional. Keunggulan ini dipresentasikan oleh Vanessa di depan tim internal Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Ponorogo sebagai keunggulan aplikasi rancangannya.
Aplikasi ini dapat memperhitungkan kebutuhan biaya dan prioritas penanganan pascabencana. Lebih lanjut, SIRPASNA juga dapat memantau rekam jejak proyek guna menjamin transparansi alokasi anggaran pemulihan daerah.
Vanessa lulus dari Program Studi D-4 Manajemen Informatika Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya dengan predikat terbaik berkat rancangan aplikasi ini. Catatan akademiknya juga menunjukan hasil serupa, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) mencapai 3,92.
Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di detikcom.
(nah/nah)
