Ajak Mahasiswa Kurangi Screen Time, Cornell University Punya Program Cornell Unplugged

ADVERTISEMENT

Ajak Mahasiswa Kurangi Screen Time, Cornell University Punya Program Cornell Unplugged

Kalila Untsa - detikEdu
Kamis, 17 Sep 2026 06:30 WIB
Risley Dining Hall - Cornell University, USA
Risley Dining Hall. Foto: Cornell University, USA
Jakarta -

Cornell University meluncurkan program baru untuk komunitas internal kampus yang bertujuan mengurangi penggunaan teknologi dan meningkatkan interaksi tatap muka. Program tersebut dinamakan Cornel Unplugged.

Program ini mengajak individu dalam lingkup kampus untuk membangun kebiasaan penggunaan teknologi yang lebih bijak. Hal ini juga dilakukan karena adanya kekhawatiran yang lebih luas tentang mahasiswa yang merasa sendiri dan bagaimana penggunaan teknologi yang berlebihan dapat memperburuknya.

Cornell Unplugged mendorong peserta untuk meletakkan perangkat elektronik mereka selama makan, menghadiri acara tatap muka, dan menghabiskan lebih banyak waktu berinteraksi dengan teman sekelas dan alam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kelas, tanpa ada batasan, penggunaan layar juga dapat mengalihkan perhatian mahasiswa dan mengganggu proses pembelajaran. Ini turut menjadi alasan kampus mengadakan program Cornell Unplugged.

"Kami menyebut ini sebagai masalah layar pasif, dengan analogi asap rokok pasif, karena hal ini juga memengaruhi mahasiswa yang bukan pengguna layar di kelas," kata Ketua Cornell Sustainable Computing Working Group sekaligus Wakil Rektor bidang inovasi akademik Cornell University,
Steven Jackson.

ADVERTISEMENT

Sebagai bagian dari program ini, anggota dapat mengisi 'Unplugged Pledge' atau Janji Tanpa Teknologi, yaitu formulir anonim untuk mencatat target waktu merek lepas dari penggunaan teknologi.

Sebagai salah satu kegiatannya, Cornell Unplugged mengadakan acara di Herbert F Johnson Museum of Art dan juga pertemuan harian di Libe Slope, bukit ikonik universitas, untuk menyaksikan matahari terbenam bersama.

Alih-alih sebagai kampanye antiteknologi, Steven Jackson menjelaskan justru ini adalah upaya yang bisa dilakukan oleh pihak kampus, untuk mengajak anggotanya memperdalam percakapan tentang di mana penggunaan teknologi bermanfaat dan di mana penggunaan tersebut kontraproduktif atau merugikan proses belajar-mengajar di kampus.

"Banyak dari apa yang kami lakukan justru sangat pro teknologi. Saya pikir teknologi dalam lingkungan pembelajaran memiliki kontribusi yang sangat besar, tetapi juga perlu dilakukan dengan bijak dan sengaja," katanya dikutip dari Inside Higher Ed.

Memantau Wi-Fi Kampus

Seiring berjalannya inisiatif ini, kampus juga berencana untuk melacak partisipasi melalui jumlah anggota yang benar-benar mematuhi 'Unplugged Pledge'.

Selain itu, kampus juga akan memantau penggunaan WiFi kampus secara keseluruhan untuk melihat apakah pola yang lebih luas berubah selama seminggu.

Wakil rektor menyadari bahwa membangun kebiasaan mengenai teknologi ini lebih rumit daripada sekadar meminta siswa untuk meletakkan perangkat elektronik mereka, terutama karena teknologi telah menjadi bagian integral dari cara mahasiswa belajar, berkomunikasi, dan menjalani kehidupan di kampus.

"Sebenarnya ini konsep yang cukup menantang bagi sebagian orang untuk dipahami, tetapi menurut saya, ini sangat penting untuk membangun hubungan yang lebih bernuansa, kompleks, dan sehat dengan teknologi di seluruh universitas saat ini," kata Jackson.

Seorang Mahasiswa Anggota Cornell Unplugged

Mikael Murphy-Rendón adalah seorang mahasiswa tahun ketiga jurusan teknik lingkungan di Cornell University. Ia memulai harinya dengan menonton YouTube sambil sarapan yang dilanjutkan dengan mencatat materi di kelas dengan menggunakan iPad.

Saat kelas kecil, ia akan mencatat menggunakan iPad dan duduk di depan. Sedangkan, saat di kelas yang lebih besar dengan 200 mahasiswa atau lebih, ia beralih ke aplikasi lain di perangkatnya.

"(...) saya memang menghabiskan lebih banyak waktu di luar kelas untuk mempelajari materi karena saya tidak begitu terlibat di dalam kelas," katanya kepada Inside Higher Ed.

Kini, sang mahasiswa bergabung dengan Cornell Unplugged dan menyingkirkan iPad miliknya, setidaknya selama ia berpartisipasi dalam program ini. Ia berharap dapat mengembangkan kebiasaan yang lebih baik.

Mikael juga memahami bahwa tujuannya bukan untuk meninggalkan teknologi sepenuhnya melainkan untuk mepertimbangkan kembali kapan dan bagaimana mereka harus menggunakannya

"Sebenarnya ini konsep yang cukup menantang bagi sebagian orang untuk dipahami, tetapi menurut saya ini sangat penting untuk membangun hubungan yang lebih bernuansa, kompleks, dan sehat dengan teknologi di seluruh universitas," katanya.

Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di detikcom.



(nah/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads