Peringkat universitas dalam bidang keberlanjutan versi UI GreenMetric kini diikuti oleh lebih banyak perguruan tinggi di seluruh dunia. Pada pemeringkatan tahun lalu, jumlah perguruan tinggi yang terlibat mencapai lebih dari 1.700 dan berasal dari 150 negara.
"Pada 2026 partisipan telah melampaui jumlah 2.000 perguruan tinggi dan institusi pendidikan tinggi dari lebih dari 100 negara," kata Kepala UI GreenMetric, Vishnu Juwono.
Hal tersebut disampaikan Vishnu dalam sambutan pengumuman UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2016 di Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Selasa (15/9/2026).
Sementara, di Indonesia, pemeringkatan UI GreenMetric 2026 diikuti oleh 219 perguruan tinggi yang terdiri dari 113 perguruan tinggi negeri (PTN) dan 106 perguruan tinggi swasta (PTS). Menurut Vishnu, komposisi keikutsertaan PTN dan PTS yang hampir seimbang merupakan pesan yang kuat bahwa keberlanjutan bukanlah milik satu kelompok perguruan tinggi saja.
Vishnu menyebut pada pemeringkatan tahun ini, kerangka penilaian semakin menyeluruh. Terdapat tujuh pilar yang diukur, yaitu:
- Penataan infrastruktur
- Energi dan perubahan iklim
- Pengelolaan sampah
- Pengelolaan air
- Transportasi
- Pendidikan dan penelitian
- Tata kelola dan digitalisasi.
"Penambahan dimensi tata kelola dan digitalisasi membawa pesan yang sederhana, keberlanjutan tidak dapat bertahan jika hanya bergantung pada proyek sesaat atau satu-dua orang yang bersemangat. Keberlanjutan membutuhkan sistem," ucapnya.
Ia mengapresiasi para perguruan tinggi yang ikut serta karena itu berarti institusi yang bersangkutan bersedia membuka diri untuk dinilai. Menurutnya, dengan mengikuti pemeringkatan ini, maka kampus mau melihat kekuatan dan kelemahan sendiri sekaligus belajar dari perguruan tinggi lain.
Simak Video "Video: KLH-Kemdiktisaintek Kolaborasi Kuatkan Pengelolaan Lingkungan"
(nah/twu)