3 Prodi Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Mana yang Alumninya Tercepat Dapat Kerja?

ADVERTISEMENT

3 Prodi Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Mana yang Alumninya Tercepat Dapat Kerja?

Kalila Untsa - detikEdu
Selasa, 01 Sep 2026 07:00 WIB
Boeing 787 aircrafts are seen at Boeings Everett Production Facility as they undergo joint verification Wednesday, June 15, 2022, in Everett, Wash. (Jennifer Buchanan/The Seattle Times via AP, Pool)
Ilustrasi industri pesawat terbang Foto: AP/Jennifer Buchanan
Jakarta -

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelumnya merupakan bagian dari Fakultas Teknologi Industri (FTI). FTMD kemudian berdiri sebagai fakultas tersendiri pada 10 September 2007.

Saat ini, FTMD menyelenggarakan pendidikan mulai jenjang sarjana, magister, hingga doktor. Untuk program sarjana, terdapat tiga program studi yang ditawarkan, yakni Teknik Dirgantara, Teknik Material, dan Teknik Mesin.

FTMD menjadi salah satu dari tiga sekolah di ITB yang paling banyak diminati calon mahasiswa. Berdasarkan data detikEdu, jumlah peminat FTMD pada penerimaan mahasiswa baru 2026 mencapai 11.578 siswa dari seluruh jalur seleksi. Dengan tingkat keketatan sebesar 3,7 persen, sebanyak 454 siswa akhirnya diterima dan melakukan daftar ulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, seperti apa perjalanan karier para lulusannya?

ADVERTISEMENT

Data Tracer Study ITB 2025 memberikan gambaran mengenai perjalanan alumni setelah menyelesaikan pendidikan di kampus tersebut. Lebih dari 250 alumni angkatan 2018 turut berpartisipasi dalam survei tersebut.

Survei yang dihimpun pada Agustus 2025 menunjukkan bahwa alumni Teknik Mesin menjadi responden terbanyak, yakni 125 orang. Secara keseluruhan, tingkat respons survei mencapai sekitar 85 persen.

Teknik Dirgantara Paling Lama Mendapat Pekerjaan

Data tracer study tersebut menunjukkan adanya perbedaan waktu tunggu alumni dari masing-masing program studi untuk mendapatkan pekerjaan pertama.
Dari alumni yang mengisi survei, berikut median waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh pekerjaan pertama:
1. Teknik Mesin: 105 dari 125 alumni, 1 bulan setelah lulus.
2. Teknik Material: 43 dari 63 alumni, 1,5 bulan setelah lulus.
3. Teknik Dirgantara: 43 dari 69 alumni, 4 bulan setelah lulus.

Dengan demikian, alumni Teknik Mesin tercatat memiliki waktu tunggu paling singkat, sedangkan Teknik Dirgantara membutuhkan waktu paling lama untuk memperoleh pekerjaan pertama.

"Median waktu tunggu alumni untuk memperoleh pekerjaan pertama kurang dari 4 bulan setelah lulus, meskipun terdapat variasi pada masing-masing program studi. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan FTMD memiliki daya saing yang baik dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja," tulis Direktorat Pengembangan Pendidikan ITB dalam unggahannya pada 21 Agustus 2026.

Internet Jadi Jalur Utama Mencari Kerja

Selain mengukur waktu tunggu, tracer study juga melihat bagaimana alumni memperoleh pekerjaan pertama mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa internet atau platform daring menjadi salah satu jalur utama bagi lulusan FTMD untuk mendapatkan pekerjaan.

Rinciannya sebagai berikut:
* Teknik Mesin: 40 persen melalui internet/daring, 31 persen melalui relasi, dan 11 persen melalui ITB Career Center.
* Teknik Material: 44 persen melalui internet/daring, 26 persen melalui relasi, dan 12 persen melalui ITB Career Center.
* Teknik Dirgantara: 37,4 persen melalui internet/daring, 37,4 persen melalui relasi, dan 7,1 persen dihubungi langsung oleh perusahaan.

Ada fakta menarik lainnya dari data tersebut. Alumni Teknik Mesin dan Teknik Material tidak tercatat memiliki persentase yang ditampilkan untuk mereka yang membangun bisnis sendiri. Sementara itu, alumni Teknik Dirgantara menunjukkan adanya lulusan yang memilih menjadi pengusaha, meskipun ITB tidak mencantumkan angka persentasenya secara rinci.

Mayoritas Bekerja di Perusahaan Multinasional

Dari sisi skala perusahaan, alumni FTMD angkatan 2018 paling banyak bekerja di perusahaan multinasional, dengan proporsi mencapai 46 persen. Berikutnya, 38 persen bekerja di perusahaan nasional, sedangkan 16 persen lainnya bekerja di perusahaan lokal.

Jika dilihat berdasarkan jenis badan usaha, sebanyak 83 persen alumni bekerja di perusahaan swasta. Sementara itu, 11 persen bekerja di BUMN atau BUMD.
Menariknya, alumni Teknik Material angkatan 2018 tidak tercatat bekerja pada instansi pemerintah, organisasi multilateral, maupun perusahaan milik sendiri.

Data Tracer Study FTMD ITB tersebut memberikan gambaran mengenai jalur karier lulusan setelah menyelesaikan pendidikan. Mulai dari waktu mendapatkan pekerjaan, cara memperoleh pekerjaan, sektor industri yang dimasuki, hingga pilihan melanjutkan studi ke luar negeri.

Tracer study juga menggambarkan sektor ekonomi tempat alumni FTMD bekerja. Jika mengacu pada klasifikasi lapangan usaha yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat lima kategori yang paling banyak menjadi tempat bekerja alumni angkatan 2018.

Rinciannya:
1. Kategori C - Industri Pengolahan: 21 persen.
2. Kategori M - Aktivitas Profesional, Ilmiah, dan Teknis: 12 persen.
3. Kategori G - Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor: 11 persen.
4. Kategori S - Aktivitas Jasa Lainnya: 10 persen.
5. Kategori B - Pertambangan dan Penggalian: 9 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan menjadi bidang usaha yang paling banyak menyerap alumni FTMD ITB.

Ada yang Lanjut Kuliah ke Luar Negeri


Karier bukan satu-satunya pilihan alumni setelah menyelesaikan pendidikan di FTMD ITB. Sebagian lulusan angkatan 2018 memilih melanjutkan studi ke perguruan tinggi di luar negeri.

Sekitar 20 persen alumni tercatat melanjutkan pendidikan. Beberapa di antaranya melanjutkan studi di universitas ternama seperti Nanyang Technological University, University of Toronto, Monash University, dan The University of Tokyo, selain sejumlah perguruan tinggi luar negeri lainnya.

*Penulis adalah peserta program MagangHub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 3
(pal/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads