India Siap Bangun Kampus Kuantum-AI Pertama Senilai Rp1,3 Triliun

ADVERTISEMENT

India Siap Bangun Kampus Kuantum-AI Pertama Senilai Rp1,3 Triliun

Kalila Untsa - detikEdu
Senin, 31 Agu 2026 19:30 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan
Ilustrasi Foto: Getty Images/CHOLTICHA KRANJUMNONG
Jakarta -

India dikenal sebagai salah satu negara yang melahirkan banyak tenaga ahli di bidang teknologi. Negara di kawasan Asia Selatan ini semakin memperkuat riset dengan membangun kampus-kampus khusus untuk mendukung agenda besar teknologi nasional.

Dikutip dari NDTV, India akan membangun kampus AI Kuantum pertama seluas 3,4 hektare di Amaravati, negara bagian dengan anggaran sebesar INR730,7 crore atau setara dengan Rp1,3 triliun. Pemerintah Andhra Pradesh disebut berencana membangun ekosistem teknologi di Amaravati sebagai ambisi menjadikan wilayah itu sebagai pusat teknologi kuantum atau Quantum Valley.

Kampus ini nantinya akan dikelola dan dikembangkan oleh National Institute of Electronics and Information Technology (NIELIT) yang berada di bawah Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India (Ministry of Electronics and Information Technology).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 8.250 mahasiswa ditargetkan akan belajar di kampus tersebut dalam kurun waktu lima tahun pertama dijalankan. Tahun ajaran pertama akan dimulai pada September 2026 mendatang. Hanya saja, kegiatan perkuliahan akan dilakukan di Acharya Nagarjuna University, Guntur, sambil menunggu pembangunan kampus utama selesai.

ADVERTISEMENT

Fasilitas Apa Saja yang Tersedia?

Kampus baru akan dilengkapi ruang kelas pintar, laboratorium, asrama, serta fasilitas hunian berkapasitas 500 tempat tidur. Kampus ini direncanakan menggunakan sejumlah teknologi hemat energi, seperti pembangkit listrik tenaga surya, pemanas air tenaga surya, fasilitas pengisian kendaraan listrik, dan sistem pengelolaan limbah ilmiah.

Jenjang pendidikan yang ditawarkan di kampus ini cukup lengkap meliputi sarjana, magister, doktoral, diploma, bahkan terdapat program eksekutif.

Mahasiswa kampus itu nantinya tidak hanya mempelajari ilmu komputer konvensional. Program akademik yang disiapkan mencakup komputasi kuantum, komunikasi dan keamanan kuantum, kecerdasan buatan, machine learning, sains data, fabrikasi semikonduktor, desain chip, VLSI, perakitan dan pengujian semikonduktor, embedded systems, hingga high-performance computing.

Salah satu fasilitas penting yang akan dibangun adalah Quantum Research, Innovation and Incubation Block. Bangunan tersebut diperkirakan memiliki luas sekitar 1,2 hektare.

Fasilitasnya akan mencakup infrastruktur untuk komputasi dan komunikasi kuantum, fotonik kuantum, keamanan kuantum, sistem kriogenik, serta komputasi berkinerja tinggi.

Kampus tersebut juga akan dilengkapi fasilitas cleanroom dan nanofabrikasi, infrastruktur teknologi semikonduktor, laboratorium desain chip, pusat data, serta ruang untuk perusahaan rintisan. Konsep tersebut dirancang untuk memperpendek jarak antara hasil penelitian dan produk komersial.

Mahasiswa dan peneliti nantinya dapat bekerja sama langsung dengan perusahaan maupun perusahaan rintisan. Kampus juga akan mendukung transfer teknologi, pengembangan kekayaan intelektual, dan inkubasi bisnis.

Presiden India Electronics & Semiconductor Association (IESA), Ashok Chandak mengatakan perpaduan antara AI, teknologi kuantum, dan semikonduktor merupakan salah satu bidang yang akan menentukan kedaulatan teknologi global.

Menurutnya, pembangunan institusi khusus seperti kampus Kuantum-AI di Amaravati dapat mengisi celah antara riset teknologi mendalam dan kebutuhan sumber daya manusia yang siap bekerja di industri.

Agar mampu bersaing secara global, ia menilai pusat-pusat pendidikan tersebut perlu memiliki keterhubungan erat dengan industri manufaktur, perusahaan desain chip, dan perusahaan rintisan.

"Dengan demikian, hasil penelitian tingkat lanjut dapat lebih cepat diterjemahkan menjadi teknologi yang layak secara komersial sekaligus memperkuat kemandirian teknologi India," ujarnya pada NDTV.

Selain proyek kampus kuantum-AI di Amaravati, NIELIT berencana bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk IIT Tirupati, IIIT Sri City, Andhra University, serta berbagai institusi JNTU, dalam penyelenggaraan program akademik, riset, dan pengembangan teknologi.

Proyek tersebut juga sejalan dengan tiga agenda besar teknologi nasional India, yakni National Quantum Mission, IndiaAI Mission, dan India Semiconductor Mission.



(pal/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads