Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terasa di beberapa wilayah Kalimantan dan Sumatera. Universitas setempat sampai memberlakukan pembelajaran daring.
Universitas Riau (Unri) di Riau menetapkan pembelajaran daring hingga Jumat, 28 Agustus 2026. Sementara Universitas Sriwijaya (Unsri) di Sumatera Selatan memberlakukan pembelajaran daring hingga kualitas udara membaik.
Mata kuliah yang mewajibkan pembelajaran langsung diperbolehkan untuk dilaksanakan di kampus dengan mengikuti standar yang berlaku. Lebih lengkapnya, seperti apa sistem pembelajaran di dua universitas tersebut? Simak di bawah ini seperti dilansir dari laman Instagram resmi masing-masing universitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Metode Pembelajaran Daring Akibat Karhutla
1. Universitas Riau (Unri)
Perkuliahan di Unri dilaksanakan secara daring pada 26-28 Agustus 2026. Dosen diimbau untuk melaksanakan proses pembelajaran secara optimal melalui media yang tersedia. Adapun kegiatan akademik bersifat khusus dan tidak dapat dilaksanakan secara daring, pelaksanaannya dapat dikoordinasikan dengan pimpinan fakultas.
Unit kerja universitas yang memberlakukan jam kerja bergilir, diimbau untuk mengatur jadwal sesuai standar pelayanan yang berlaku. Pelayanan administrasi dan layanan akademik diharapkan berjalan secara efektif.
2. Universitas Sriwijaya (Unsri)
Perkuliahan di Unsri dilaksanakan secara daring sampai kualitas udara membaik. Adapun praktik atau kegiatan akademik yang memerlukan kehadiran langsung dapat menyesuaikan jadwal dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara.
Jika perlu beraktivitas di luar ruangan,civitasakademika diimbau untuk menggunakan masker. Fakultas, departemen, program studi, dan unit kerja diminta menyesuaikan kegiatan.
Sekolah Juga Belajar Daring
Sekolah juga terdampak dari asap kebakaran ini. Untuk menjaga kesehatan siswa dan tenaga kependidikan, Kemendikdasmen telah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk 3.524 sekolah. Ada 571.338 siswa terdampak di wilayah Kalimantan Barat, Palangka Raya hingga Banjarbaru. Hal yang sama juga terjadi di wilayah Sumatera.
Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru juga telah mengumumkan pembelajaran online atau daring karena kualitas udara yang memburuk. Di wilayah Jambi, kualitas udara yang memburuk memaksa pemerintah untuk meliburkan sementara sekolah mulai 26-28 Agustus 2026 di jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP.
