Unimelb Australia Gandeng Kampus RI: Perkuat Riset-Tingkatkan Kualitas Pendidikan

ADVERTISEMENT

Unimelb Australia Gandeng Kampus RI: Perkuat Riset-Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 19 Agu 2026 19:30 WIB
Pro-Vice Chancellor Global Unimelb Prof Frank Vetere, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM Prof Eni Harmayani, Dekan Faculty of Science Unimelb Prof Moira OBryan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Prof Irfan Syauqi Beik, dan Director of Graduate Research, School of Food and Ecosystem Sciences Unimeb Assoc Prof Dorin Gupta.
Perwakilan The University of Melbourne, UGM, dan IPB University. Foto: Trisna Wulandari/detikcom,
Jakarta -

The University of Melbourne menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) dan IPB University untuk mendirikan program master dual degree. Program ini antara lain ditujukan untuk memperkuat kerja sama, termasuk dalam riset dan peningkatan kualitas pendidikan di RI.

Dean of Faculty of Science, The University of Melbourne, Prof Moira O'Bryan, berharap kerja sama ini bisa menjadi dasar penguatan kerja sama riset antara Unimelb dengan kampus di Tanah Air. Lulusan program ini juga diharapkan bisa membangun jejaring internasional.

"Program ini juga akan membangun jejaring yang diharapkan akan terus membersamai mereka (para lulusan) sepanjang kariernya," kata O'Bryan pada wartawan di The Westin Jakarta, Rabu (19/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perkuat Riset

Director of Graduate Research, School of Food and Ecosystem Sciences (SAFES), Associate Professor Dorin Gupta mengatakan, mahasiswa juga berkesempatan untuk terlibat dalam proyek riset di kampus.

Gupta menjelaskan, Faculty of Science di Unimelb juga memiliki kelompok riset aktif di bidang ilmu pangan yang berkaitan dengan isu ketahanan pangan, yang notabene selaras dengan isu nasional di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Di antaranya yakni menyoal mikrobiologi pangan, pengemasan makanan, penyimpanan jangka panjang, hingga pemulihan nutrisi pada pangan.

"Jadi, mereka kemudian dapat berinteraksi dengan para peneliti itu, mempelajari teknik-teknik canggih tersebut, dan membawa pengetahuan itu kembali ke sini (Indonesia), membangun kelompok yang terlatih dan sudah memiliki jejaring di Australia," ujarnya.

Kontribusi Lulusan di Tanah Air

Gupta menambahkan, para mahasiswa juga diproyeksikan untuk kembali ke Indonesia dan berkontribusi di bidangnya.

"(Mereka) membawa pengetahuan itu kembali dan dalam jangka panjang, meningkatkan aspek keamanan pangan di industri pascapengolahan, yang sebenarnya tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari sistem produksi pangan yang lebih besar,"sambungnya.

Tak Sebatas Kirim Mahasiswa ke Luar Negeri

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof Dr Eni Harmayani mengatakan, di kampus UGM, para mahasiswa juga mempelajari mulai dari bahan baku hingga makanan. Dengan bekal pengetahuan dari segi sains dan teknologi serta perspektif globalnya, para lulusan nantinya diharapkan dapat kembali ke Tanah Air untuk merespons masalah dan tantangan di dalam negeri.

Ia menjelaskan bahwa dengan skema 1+1 (1 tahun di Indonesia, 1 tahun di Australia), mahasiswa dapat menyoroti masalah di dalam negeri sebagai dasar kolaborasi, joint supervision, hingga joint research.

Sejak semasa studi, mahasiswa juga bisa belajar merespons masalah dan tantangan berkonteks Indonesia tersebut dengan metode dalam negeri, perspektif global, dukungan kampus mitra, lengkap dengan pengetahuan akan sistem pangan dan lanskap yang berbeda antara RI dan Australia.

"Hal-hal pada kolaborasi dual degree itulah yang memberikan pengalaman yang kaya, alih-alih hanya mengirimkan mahasiswa ke luar negeri," kata Eni.

"Dengan program dual degree, kami berbagi-berbagi keahlian, masalah, dan meresponsnya secara internasional dan secara global," sambungnya.

Peningkatan Kualitas Pendidikan Kampus RI

Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University Prof Irfan Syauqi Beik, mengatakan, kerja sama double degree dengan salah satu kampus terbaik di Australia ini juga mendukung peningkatan kualitas dan kapasitas pendidikan di kampusnya.

Diketahui, Unimelb menduduki posisi ke-22 universitas terbaik di dunia dan ke-2 di Australia versi QS World University Rankings (WUR) 2027. Sedangkan berdasarkan Times Higher Education (THE) WUR 2026, Unimelb menduduki posisi puncak universitas terbaik di Australia dan ke-37 di dunia.

"Uni of Melbourne ini kan, universitas terbaik di Australia, yang, mereka punya sejarah panjang dalam penyelenggaraan. Terus, yang kedua, memang salah satu misi IPB itu kan peningkatan kualitas dan kapasitas pendidikan di IPB. Nah, salah satunya adalah kita ingin capai dalam hal melalui pengembangan program double degree," ujarnya.

Jembatan Kerja Sama Dosen

Ia menjelaskan, dual degree memungkinkan mahasiswa mendapat paparan (eksposur) pengalaman belajar di IPB sekaligus di Unimelb.

Di samping itu, S2 dual degree ini menurutnya memungkinkan para dosen turut berinteraksi dalam proses pembimbingan tesis .

"Diharapkan dari interaksi yang seperti itu akan lahir kegiatan-kegiatan lanjutan seperti joint research, oke, ya, kemudian juga publikasi bersama, kemudian juga capacity building, ya, sampai kepada exchange pada kegiatan yang lain. Begitu sih intinya," ujarnya.



(twu/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads