Kuliah Teknik Perkapalan ITS, Segini Biaya dan Prospek Kerjanya

ADVERTISEMENT

Kuliah Teknik Perkapalan ITS, Segini Biaya dan Prospek Kerjanya

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 12 Agu 2026 16:00 WIB
Ilustrasi Kapal feri Batam tujuan Lingga saat sandar di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam. (Alamudin Hamapu/detikSumut)
Foto: Ilustrasi Kapal feri Batam tujuan Lingga saat sandar di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam. (Alamudin Hamapu/detikSumut)
Jakarta -

Panggilan kepada detikers yang berminat dan ingin memiliki karier di bidang kapal dan kelautan. Salah satu program studi (prodi) yang cocok untuk jadi pilihanmu adalah teknik perkapalan.

Di Indonesia, salah satu kampus yang memiliki prodi teknik perkapalan adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mengutip laman resminya, Departemen Teknik Perkapalan (DTP) ITS tergabung dalam Fakultas Teknologi Kelautan yang didirikan sejak 1960.

Lulusan prodi ini telah berkontribusi di industri maritim Indonesia. DTP mencatat jumlah lulusannya hingga kini sudah mencapai 2.850 tenaga profesional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama berkuliah, mahasiswa akan diajarkan soal materi yang komprehensif dalam ilmu dan rekayasa perkapalan, manajemen perkapalan, hingga teknologi produksi kapal.

Menariknya, DTP ITS merupakan departemen teknik perkapalan tertua yang ada di ASEAN lho dengan akreditasi "Unggul". Untuk jenjang S1, ada dua program studi, yakni S1 Reguler dan S1 Joint Degree.

ADVERTISEMENT

Apa perbedaan, berapa besaran biaya, dan bagaimana prospek kariernya? Dirangkum detikEdu dari laman resmi ITS, Rabu (12/8/2026) berikut informasinya.

Biaya Pendidikan Teknik Perkapalan ITS

Sebelum mengetahui besaran biaya pendidikan, detikers perlu memahami ada dua jenis program S1 Teknik Perkapalan ITS, yang perbedaannya yaitu:

S1 Teknik Perkapalan Reguler

  • Lama studi: 4 tahun
  • Beban studi dan skema perkuliahan: 144 SKS yang dijadwalkan dalam 8 semester dan ditempuh secara penuh di Kampus ITS Surabaya
  • Gelar yang diperoleh: Sarjana Teknik (S T)
  • Jalur Masuk: SNBP, SNBT, dan seluruh jalur mandiri ITS.

S1 Teknik Perkapalan Joint Degree

Joint degree merupakan program kuliah kerja sama antara dua atau lebih perguruan tinggi. Dalam prodi ini, ITS bekerja sama dengan Mokpo National University (MNU), Korea Selatan.

  • Lama studi: 4 tahun
  • Beban studi dan Skema Perkuliahan: 144 SKS yang dijadwalkan dalam 8 semester. Semester 1-5 digelar di ITS Surabaya, dan 6-8 di Mokpo National University (MNU) Korea Selatan
  • Gelar yang diperoleh: Sarjana Teknik (S T) dan Bachelor Engineering (B Eng)
  • Jalur Masuk: Jalur mandiri dan internasional ITS.

Setelah memahami perbedaan keduanya, yuk kita bahas besaran biaya pendidikan dari program studi ini. ITS tidak secara gamblang memberikan rincian Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang didapatkan mahasiswa.

Namun, kisaran besaran UKT untuk prodi S1 Reguler Teknik Perkapalan yakni Rp 500 ribu - Rp 12,5 juta.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pendaftaran S1 Teknik Perkapalan Joint Degree ITS hanya bisa dilakukan melalui jalur mandiri dan kelas internasional. Adapun jalur mandiri yang dibuka ITS untuk prodi ini, yaitu:

  • SMITS Future Leader and Academic Talent (FLAT) - Mandiri Talenta
  • SMITS Academic and Competence Excellence (ACE) - Mandiri Tes

Besaran UKT untuk prodi S1 Teknik Perkapalan Joint Degree di jalur mandiri sebesar Rp 30 juta per semester. Besaran UKT ini tidak termasuk tiket pesawat, akomodasi, dan biaya hidup ketika studi di Korea Selatan pada semester 5-8.

Selain UKT, mahasiswa juga diminta untuk membayarkan biaya Iuran Pengembangan Institusi (IPI), yakni sebesar:

  • IPI S1 Teknik Perkapalan Reguler: Rp 50 juta-Rp 75 juta
  • IPI S1 Teknik Perkapalan Joint Degree: Rp 75 juta

Prospek Karier Teknik Perkapalan ITS

Mahasiswa Teknik Perkapalan ITS dipersiapkan untuk memasuki pasar maritim Indonesia dan global. Spekrum industri maritim yang berkaitan dengan bidang teknik perkapalan, yaitu:

  • Industri transportasi laut
  • Industri oil and gas lepas pantai
  • Industri perikanan
  • Industri pembangkit tenaga listrik terapung
  • Industri pariwisata
  • Industri pertahanan
  • Industri kepelabuhan

Sedangkan karier yang berkaitan dengan industri perkapalan nasional, seperti:

  • Pembangunan kapal baru (shipbuilding)
  • Pemeliharaan dan reparasi kapal (shipyard)
  • Pembangunan industri sarana lepas pantai (fabricator)
  • Pemeliharaan & reparasi bangunan/peralatan sarana lepas pantai(contractor/oilfield service)
  • Industri komponen/peralatan kapal (engineering)
  • Jasa konsultasi dan perekayasaan (design & engineering)
  • Galangan kapal
  • Produsen bahan baku
  • Produsen komponen
  • Biro klasifikasi
  • Sub contractor
  • Design engineering
  • Konsultan
  • Independent surveyor
  • Pemasok.

Jika lulusan bekerja di industri pelayaran, prospek kariernya yaitu:

  • Shipping line
  • Ship management
  • Ship chandler
  • Freight forwarder
  • Ship agencies
  • Ferries
  • Fisheries
  • Oil field services
  • Mining services.

ITS juga telah mendata prospek pekerjaan berdasarkan alumni mereka yang bekerja di bidang industri maritim, seperti:

  • Naval architecture/marine engineer
  • QA/QC (Quality assesment/quality control) engineer
  • Welding inspector (WI) / welding engineer (WE)
  • Structural engineer
  • Subsea engineer
  • Project engineer
  • Construction engineer
  • Dock monitoring
  • Surveyor
  • Owner surveyor
  • Oil and gas engineer
  • Plan engineer.

Demikianlah serba-serbi informasi tentang S1 Teknik Perkapalan ITS. Semoga bermanfaat!



(det/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads