Sejumlah elemen dari pemerintahan pusat, dunia industri, hingga pemerintah daerah mengikuti Seminar Wisuda Universitas Terbuka (UT) di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), hari ini. Seminar yang juga diikuti sekitar 1.700 calon wisudawan ini berfungsi sebagai pembekalan bagi para wisudawan sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis.
"Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Wali Kota Ternate Tauhid Soleman, jajaran pimpinan PT PLN (Persero), serta para kepala daerah hadir dalam satu panggung, bukan hanya untuk berbagi pengalaman dan inspirasi kepada para calon wisudawan, tetapi juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan. Semangat kebersamaan itulah yang kemudian menjadi benang merah dalam rangkaian Seminar Wisuda UT tahun ini," tulis UT dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).
UT menjelaskan dalam acara tersebut turut dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UT yang ditandatangani oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ali Muktiyanto, dengan PT. PLN (Persero) yang ditandatangani Direktur Legal & Human Capital PLN, Nurlely Aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu dilanjutkan antara UT dengan Pemerintah Kota Pariaman yang ditandatangani oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, serta dengan Pemerintah Kota Ternate yang ditandatangani oleh Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman.
"Kolaborasi tersebut mempertegas komitmen UT untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," tulis UT.
Seminar Wisuda UT tidak hanya menghadirkan para tokoh nasional, tetapi juga menyuguhkan cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan. Melalui sesi motivasi, Gorky M. Sembiring mengajak para calon wisudawan untuk berani melangkah, terus belajar, dan siap menghadapi tantangan setelah meninggalkan bangku kuliah. Semangat itu terasa semakin nyata lewat kisah para calon wisudawan yang hadir, mulai dari Titik Sumarlin yang menjadi calon wisudawan tertua, saudara kembar Muhammad Rafly Syafarudin Yusuf dan Muhammad Refly Syafarudin Yusuf yang berhasil menempuh pendidikan bersama, hingga pasangan suami istri Iqbal Allie Bayhaqy dan Galuh Tika Pratiwi yang sama-sama akan meraih gelar dari Universitas Terbuka. Kisah mereka menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan menuju wisuda memiliki cerita dan perjuangannya masing-masing.
"Berbagai rangkaian dalam Seminar Wisuda tersebut menegaskan bahwa perjalanan seorang calon wisudawan tidak berhenti pada pencapaian akademik semata. Melalui inspirasi dari para tokoh nasional, penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, hingga kisah perjuangan para calon wisudawan, Universitas Terbuka ingin memastikan bahwa setiap peserta memasuki prosesi wisuda dengan bekal pengetahuan, jejaring, dan semangat untuk terus berkarya. Bagi UT, seminar ini bukan sekadar agenda pendamping wisuda, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen bahwa pendidikan tinggi harus melahirkan manusia yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat," tutup UT.










































