Jangan Sedih Tak Lolos SNBP-SNBT, Ini Jalur Lain agar Bisa Kuliah di PTN

ADVERTISEMENT

Jangan Sedih Tak Lolos SNBP-SNBT, Ini Jalur Lain agar Bisa Kuliah di PTN

Dea Duta Aulia - detikEdu
Kamis, 16 Jul 2026 15:38 WIB
Jangan Sedih Tak Lolos SNBP-SNBT, Ini Jalur Lain agar Bisa Kuliah di PTN
Foto: Universitas Terbuka
Jakarta -

Ada satu pemandangan yang selalu berulang setiap pengumuman SNBP dan UTBK-SNBT. Media sosial mendadak dipenuhi twibbon, tangkapan layar pengumuman, dan ucapan selamat. Sebagian orang merayakan keberhasilan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) impian.

Namun, di sisi lain, ada juga mereka yang dinyatakan belum berhasil masuk ke PTN. Hal tersebut pun kerap menghadirkan kesedihan tersendiri bagi para peserta didik.

Padahal, ada satu hal yang sering luput dari perhatian. Gagal di SNBP maupun SNBT bukan berarti kesempatan kuliah di PTN ikut berakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap tahun, seleksi nasional memang dirancang untuk memilih, bukan menerima semua orang. Angkanya pun menunjukkan betapa ketatnya persaingan. Pada SNBP 2026, sebanyak 806.242 siswa mendaftar untuk memperebutkan 189.017 kursi. Di PTN akademik, dari 774.263 pendaftar, hanya 155.543 peserta yang dinyatakan diterima atau sekitar 20,09 persen.

Sementara pada PTN vokasi, dari 77.256 peserta, sebanyak 23.438 orang berhasil lolos atau sekitar 30,34 persen. Persaingan tidak jauh berbeda pada jalur UTBK-SNBT. Dari 871.496 peserta, hanya 256.369 orang yang berhasil diterima. Artinya, lebih dari enam ratus ribu peserta harus mencari jalan lain untuk tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi.

ADVERTISEMENT

Jangan Menyerah dan Tetap Optimistis

Untuk dapat berkuliah di PTN, masih banyak jalan yang bisa dilalui. Sebab, masih ada perguruan tinggi negeri yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus menunggu seleksi nasional tahun berikutnya. Salah satunya yakni Universitas Terbuka (UT).

"Universitas Terbuka lebih sering dikenal sebagai kampus yang menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh. Namun, justru di situlah letak keunggulannya. Kampus ini dibangun dengan gagasan sederhana bahwa pendidikan tinggi seharusnya dapat diakses siapa saja, tanpa dibatasi tempat tinggal, usia, maupun kesibukan," tulis Universitas Terbuka dalam keterangan resmi, Kamis (16/7/2026).

Karena itu, mahasiswa Universitas Terbuka tidak hanya berasal dari lulusan SMA atau SMK yang baru menyelesaikan pendidikan. Banyak pula pekerja, aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI dan Polri, pelaku usaha, hingga mereka yang pernah berhenti kuliah lalu ingin melanjutkan pendidikannya.

"Perkuliahan dapat diikuti dari mana saja melalui sistem pembelajaran jarak jauh yang telah dikembangkan selama puluhan tahun. Mahasiswa tetap memperoleh layanan akademik melalui kantor UT Daerah yang tersebar di 39 daerah di seluruh Indonesia dan satu kantor layanan luar negeri. Perguruan tinggi ke-45 ini tidak hanya memberikan layanan pembelajaran bagi masyarakat di wilayah Indonesia, tetapi juga telah menjangkau luar negeri," jelasnya.

Kuliah dengan Biaya Terjangkau

Selama ini, banyak orang menganggap kuliah di PTN identik dengan biaya besar. Universitas Terbuka justru menawarkan pilihan yang lebih ramah di kantong. Biaya pendaftaran jalur umum dimulai dari Rp100 ribu, sedangkan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebesar Rp500 ribu, termasuk proses asesmen.

Untuk jenjang diploma, biaya pendidikan dimulai dari Rp1.150.000 per semester. Sementara itu, program sarjana dimulai dari Rp1.300.000 per semester melalui sistem paket. Bagi mahasiswa yang memilih sistem nonpaket, biaya kuliah berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp120 ribu per SKS serta dapat menyesuaikan mata kuliah yang diambil.

"Universitas Terbuka juga membuka pendidikan jenjang magister dan doktor. Biaya admisi program magister sebesar Rp750 ribu dengan uang kuliah Rp8,5 juta, sedangkan program doktor mengenakan biaya admisi Rp1 juta dan uang kuliah Rp12,5 juta," jelasnya.

Memiliki Status Sama dengan PTN Lainnya

Statusnya sebagai perguruan tinggi negeri membuat ijazah Universitas Terbuka memiliki pengakuan yang sama dengan PTN lainnya. Kampus ini juga menawarkan puluhan program studi mulai dari diploma, sarjana, magister, hingga doktor yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Sistem pembelajaran yang fleksibel membuat mahasiswa tidak harus memilih antara kuliah atau bekerja. Keduanya dapat dijalani secara bersamaan. Bagi banyak orang, fleksibilitas semacam ini justru menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan di kampus konvensional.

Mungkin karena itulah Universitas Terbuka semakin banyak dipilih oleh generasi muda yang ingin kuliah tanpa harus meninggalkan pekerjaan, usaha, atau tanggung jawab lainnya.

"Untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Universitas Terbuka masih membuka penerimaan mahasiswa baru. Jalur Non-RPL bagi lulusan SMA/SMK/sederajat dibuka hingga 22 Juli 2026. Sementara jalur RPL mengikuti jadwal yang telah ditetapkan dalam sistem admisi," tulis Universitas Terbuka.

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring sehingga calon mahasiswa dapat mendaftar dari mana saja. Informasi mengenai program studi, biaya pendidikan, persyaratan, hingga jadwal registrasi dapat diakses melalui https://www.ut.ac.id.

Nah, kalau pilihan program studinya sudah mantap dan seluruh persyaratan telah siap, proses pendaftaran bisa langsung dilanjutkan melalui laman admisi UT di https://admisi-sia.ut.ac.id.

(anl/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads